Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia terus berupaya memperkuat sinergi pengelolaan kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Sidang ke-39 Kelompok Kerja Bersama atau Jawatankuasa Kerja Bersama (KK/JKK) Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan Peringkat Negeri Sarawak. Pertemuan bilateral tersebut dilangsungkan di Kota Pontianak pada hari Rabu, 29 Juli. Forum ini menjadi wadah penting dalam menyelaraskan kebijakan serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi mendukung pembangunan kawasan perbatasan yang berkelanjutan.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa forum Sosek Malindo memiliki peran yang sangat krusial dalam mempererat hubungan kerja sama antara kedua negara. Ia menyampaikan bahwa kedekatan geografis dan kesamaan budaya merupakan modal utama bagi Kalimantan Barat dan Sarawak. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa kedua wilayah hanya dibatasi oleh patok batas negara, sementara tanah dan budayanya relatif sama. "Forum ini sangat strategis untuk memperkuat koordinasi, merumuskan kebijakan yang responsif, serta memantapkan sinergi antardelegasi dan instansi terkait," ujar Krisantus. Pembahasan dalam sidang ini mencakup sektor sosial budaya, ekonomi, perdagangan, perhubungan, hingga keamanan.








