goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Kemenperin Ungkap Penurunan Pesanan B2B Jadi Penyebab PHK Pabrik Garmen di Jawa Tengah

Ding BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 01.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemenperin Ungkap Penurunan Pesanan B2B Jadi Penyebab PHK Pabrik Garmen di Jawa Tengah
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara resmi telah mengungkap penyebab utama di balik pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda dua pabrik garmen di wilayah Jawa Tengah. Kedua fasilitas produksi yang terdampak kebijakan pengurangan tenaga kerja tersebut adalah Victory Apparel dan PT Samwon. Berdasarkan hasil identifikasi kementerian, fenomena PHK di dua perusahaan ini dipastikan bukan terjadi akibat serbuan barang impor. Faktor pemicu utamanya justru berasal dari terjadinya penurunan pesanan ekspor dari para pelanggan bisnis mereka.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Untuk memastikan akar permasalahan yang sebenarnya, pihak Kemenperin telah melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi pabrik. Dari hasil kunjungan lapangan tersebut, kementerian menemukan bahwa penyebab utama dari pemangkasan jumlah karyawan ini berakar pada menurunnya pesanan business-to-business (B2B) yang diterima oleh pihak perusahaan. Sebagai informasi, Victory Apparel dan PT Samwon merupakan pelaku industri yang beroperasi di kawasan berikat. Status operasional di kawasan berikat ini membuat orientasi produksi dari kedua pabrik garmen tersebut difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, turut memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai temuan di lapangan tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Rizky dalam agenda konferensi pers terkait Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk periode Juli 2026, yang diselenggarakan pada hari Kamis (30/7). Rizky menegaskan bahwa tren penurunan pesanan ekspor yang dialami oleh Victory Apparel dan PT Samwon pada dasarnya merupakan masalah internal dari masing-masing perusahaan.

Baca Juga

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Terdampak Sentimen Domestik dan Global

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Terdampak Sentimen Domestik dan Global

Lebih lanjut, Rizky menekankan bahwa situasi yang dialami oleh kedua pabrik garmen di Jawa Tengah tersebut tidak didorong oleh faktor eksternal. Ia menepis anggapan bahwa kesulitan yang dialami industri garmen ini diakibatkan oleh adanya lonjakan produk impor. Dengan demikian, persoalan utamanya murni terletak pada kondisi internal perusahaan dalam menghadapi dinamika pesanan dari para mitra bisnis mereka di pasar internasional.

Sebagai langkah mitigasi atas dampak dari kebijakan PHK tersebut, Kementerian Perindustrian telah merumuskan rencana penanganan bagi para mantan karyawan. Kemenperin akan mengupayakan agar para pekerja pabrik yang terdampak PHK dapat segera diserap kembali oleh investasi baru yang tengah berkembang di wilayah Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2026 ini, provinsi tersebut tercatat masih menerima banyak investasi baru, khususnya yang bergerak di sektor industri garmen maupun industri alas kaki, sehingga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Baca Juga

Bank Mandiri Sediakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh Berstandar EMV Global di MRT Jakarta

Bank Mandiri Sediakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh Berstandar EMV Global di MRT Jakarta

Sementara itu, Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri, memaparkan langkah-langkah yang diambil oleh kementerian untuk menjaga stabilitas sektor industri secara keseluruhan. Febri menjelaskan bahwa Kemenperin memanfaatkan instrumen Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk memantau pergerakan dan kontraksi yang terjadi di berbagai subsektor industri setiap bulannya. Melalui pemantauan berbasis data IKI ini, pemerintah dapat mendeteksi secara dini apabila terdapat subsektor tertentu yang terus-menerus mengalami kontraksi. Jika ditemukan adanya kontraksi yang terjadi secara terus-menerus dan tergolong dalam, Kemenperin akan langsung memberikan perhatian khusus guna mencegah pemburukan kondisi.

Selain melakukan pemantauan melalui IKI, Kemenperin juga proaktif menjalin koordinasi dengan berbagai pelaku industri untuk menjaga keberlangsungan produksi. Langkah koordinasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus mengatasi akar persoalan yang berpotensi mengganggu kegiatan operasional pabrik. Beberapa isu yang menjadi fokus perhatian pemerintah bersama pelaku industri meliputi upaya penanganan kendala pasokan bahan baku, penyelesaian masalah pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar ekspor yang lebih luas.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PHKEksporKemenperinIndustriJawa TengahGarmen

Berita Terbaru Lainnya

Ibu Buang Jasad Bayi di Teras Klinik Pondok Aren, Berdalih Malu Hamil di Luar NikahMemahami Kasus Korupsi Asuransi Jasindo, Kronologi, Profil Tersangka, dan Kerugian NegaraKasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Pemeriksaan Perusahaan dan Penetapan Tersangka BaruCara Memahami Alasan Kejagung Memeriksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus FebrieStatus Hukum dan Pemeriksaan Saksi Kasus Daycare Little Aresha YogyakartaRencana Pengolahan Sampah DKI Jakarta di Legok Banten dan Transisi TPST BantargebangRupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Terdampak Sentimen Domestik dan GlobalBank Mandiri Sediakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh Berstandar EMV Global di MRT Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap