Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (30/7). Berdasarkan data penutupan pasar, mata uang Indonesia tersebut berada di posisi Rp18.111 per dolar Amerika Serikat. Penurunan nilai mata uang Garuda ini mencatatkan koreksi sebesar 38 poin jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya. Angka penurunan 38 poin tersebut setara dengan pelemahan sebesar 0,21 persen. Pergerakan nilai tukar rupiah ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar valuta asing secara global maupun regional yang menunjukkan pergerakan bervariasi pada hari yang sama.
Menanggapi pergerakan nilai tukar tersebut, analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor pemicu pelemahan rupiah. Menurut Lukman Leong, pelemahan mata uang rupiah pada penutupan perdagangan dipicu oleh sebuah kombinasi sentimen yang berasal dari faktor eksternal maupun faktor domestik. Dari sisi eksternal, sentimen global sangat memengaruhi pergerakan mata uang regional di Asia. Lukman Leong menyatakan bahwa rupiah dan sejumlah mata uang regional lainnya ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi geopolitik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah.








