goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Terdampak Sentimen Domestik dan Global

Togar PanjaitanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Terdampak Sentimen Domestik dan Global
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (30/7). Berdasarkan data penutupan pasar, mata uang Indonesia tersebut berada di posisi Rp18.111 per dolar Amerika Serikat. Penurunan nilai mata uang Garuda ini mencatatkan koreksi sebesar 38 poin jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya. Angka penurunan 38 poin tersebut setara dengan pelemahan sebesar 0,21 persen. Pergerakan nilai tukar rupiah ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar valuta asing secara global maupun regional yang menunjukkan pergerakan bervariasi pada hari yang sama.

Menanggapi pergerakan nilai tukar tersebut, analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor pemicu pelemahan rupiah. Menurut Lukman Leong, pelemahan mata uang rupiah pada penutupan perdagangan dipicu oleh sebuah kombinasi sentimen yang berasal dari faktor eksternal maupun faktor domestik. Dari sisi eksternal, sentimen global sangat memengaruhi pergerakan mata uang regional di Asia. Lukman Leong menyatakan bahwa rupiah dan sejumlah mata uang regional lainnya ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi geopolitik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Selain sentimen dari luar negeri, pergerakan nilai tukar rupiah juga mendapat tekanan dari sentimen negatif di dalam negeri. Kondisi domestik ini secara langsung memberikan dampak pada laju mata uang Garuda di pasar valuta asing. Lukman Leong menuturkan bahwa rupiah masih tertekan oleh sentimen negatif domestik pasca pengunduran diri tiba-tiba Bapak Perry Warjiyo. Pengunduran diri Perry Warjiyo secara mendadak tersebut menjadi faktor internal yang berpadu dengan kekhawatiran geopolitik global, sehingga rupiah tidak mampu bertahan di zona hijau dan harus ditutup melemah pada angka Rp18.111 per dolar Amerika Serikat.

Baca Juga

Strategi Pemerintah Aceh Membangun Hilirisasi Migas di KEK Arun Lhokseumawe

Strategi Pemerintah Aceh Membangun Hilirisasi Migas di KEK Arun Lhokseumawe

Pelemahan yang dialami oleh rupiah sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau lesu terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data perdagangan yang sama, mata uang peso Filipina tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,28 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi serupa dialami oleh mata uang ringgit Malaysia yang juga harus terkoreksi sebesar 0,27 persen. Lebih lanjut, mata uang dolar Singapura turut mencatatkan penurunan nilai tukar sebesar 0,12 persen. Pelemahan di kawasan Asia ini juga diikuti oleh mata uang yen Jepang yang terpantau melemah sebesar 0,12 persen terhadap dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, pergerakan mata uang di kawasan Asia tidak sepenuhnya berada di zona merah. Terdapat beberapa mata uang regional yang justru berhasil mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari Kamis (30/7). Mata uang yuan China terpantau mengalami penguatan sebesar 0,14 persen. Selain itu, pergerakan positif juga ditunjukkan oleh mata uang dolar Hong Kong yang berhasil naik sebesar 0,28 persen. Penguatan serupa juga dialami oleh mata uang won Korea Selatan, yang mencatatkan apresiasi sebesar 0,28 persen di hadapan dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan.

Baca Juga

Industri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian Global

Industri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian Global

Sementara itu, pergerakan mata uang utama dari berbagai negara maju terhadap dolar Amerika Serikat cenderung menunjukkan arah yang bervariasi. Mata uang euro Eropa terpantau mengalami penurunan sebesar 0,18 persen. Pelemahan juga terjadi pada mata uang poundsterling Inggris yang terkoreksi sebesar 0,11 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Di kawasan Amerika Utara, mata uang dolar Kanada tercatat mengalami koreksi sebesar 0,08 persen. Penurunan nilai tukar turut dialami oleh mata uang franc Swiss yang turun cukup dalam yakni sebesar 0,23 persen. Sebaliknya, mata uang dolar Australia menjadi pengecualian di antara mata uang utama lainnya dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,08 persen terhadap dolar Amerika Serikat.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahDolar ASNilai TukarPerry WarjiyoDoo Financial FuturesLukman Leong

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Proyek Strategis di Kalimantan Utara untuk Mendukung IKNStrategi Pemerintah Aceh Membangun Hilirisasi Migas di KEK Arun LhokseumawePerluasan Fasilitas Kran Air Siap Minum di Tujuh Sekolah Kota BanjarmasinIndustri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian GlobalBapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Berklaim Gizi yang Tak Penuhi SyaratStrategi Mendagri Mengoptimalkan Layanan Publik dan Kapasitas Kepala DaerahLangkah Pertamina Perkuat Aspek ESG demi Transformasi Bisnis BerkelanjutanPenahanan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi Jasindo oleh KPK

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap