goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Industri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian Global

Ding BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 04.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Industri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian Global
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa sektor industri dalam negeri masih menunjukkan kondisi yang sangat bergairah. Kinerja positif ini tetap bertahan meskipun perekonomian sedang dihadapkan pada situasi ketidakpastian global. Pernyataan tersebut didukung oleh rilis data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk periode bulan Juli 2026. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri, menyampaikan rincian data yang menggambarkan resiliensi sektor manufaktur nasional.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
Capaian Indeks Kepercayaan Industri pada bulan Juli 2026 tercatat berada pada angka 53,10. Dalam pengukuran indeks ini, skor yang berada di atas angka 50 menunjukkan bahwa sektor industri tersebut berstatus ekspansi atau sedang mengalami pertumbuhan. Nilai IKI pada bulan Juli 2026 ini tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,20 poin apabila dibandingkan dengan realisasi pada bulan Juni 2026 yang berada di level 52,90. Pencapaian ini juga tercatat lebih tinggi jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni bulan Juli 2025, yang saat itu berada pada level 52,89.

Pergerakan Indeks Kepercayaan Industri ini dipengaruhi oleh tiga variabel utama pembentuknya. Berdasarkan penjabaran Kemenperin, dari ketiga variabel pembentuk IKI tersebut, dua variabel masih berada di zona ekspansi, sementara satu variabel lainnya mengalami kontraksi. Variabel pertama, yakni pesanan baru, menunjukkan performa yang menggembirakan dengan mengalami kenaikan sebesar 0,45 poin. Kenaikan tersebut membawa variabel pesanan baru mencapai angka 53,80.

Baca Juga

Laba Bersih bank bjb Tumbuh 58,8 Persen Capai Rp 783 Miliar pada Semester I 2026

Laba Bersih bank bjb Tumbuh 58,8 Persen Capai Rp 783 Miliar pada Semester I 2026

Selain pesanan baru, variabel produksi juga masih mencatatkan status ekspansi. Variabel produksi ini berada pada angka 54,55, yang turut menopang nilai IKI secara keseluruhan sehingga tetap berada di atas level 50. Di sisi lain, satu-satunya variabel yang mencatatkan penurunan adalah variabel persediaan produk. Variabel persediaan produk ini dilaporkan mengalami kontraksi dan harus tertahan pada angka 49,18.

Kemenperin juga merinci kondisi dari 23 subsektor manufaktur di dalam negeri. Dari total keseluruhan subsektor yang dipantau, sebanyak 22 subsektor masih berada di atas level 50 atau berstatus ekspansi. Fakta ini sangat penting mengingat 22 subsektor industri yang mengalami ekspansi pada Juli 2026 tersebut memiliki porsi share Produk Domestik Bruto sebesar 98,6 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa subsektor yang berekspansi merupakan penyumbang utama perekonomian.

Di antara 22 subsektor yang mencatatkan ekspansi, terdapat dua industri yang menempati posisi tertinggi dalam penilaian indeks. Nilai tertinggi tersebut diraih oleh industri minuman serta industri kendaraan bermotor. Sebaliknya, dari 23 subsektor manufaktur dalam negeri, hanya ada satu subsektor yang dilaporkan mengalami kontraksi pada periode ini. Subsektor tunggal yang mengalami penurunan tersebut adalah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki.

Baca Juga

Kinerja Keuangan Danamon, Kualitas Kredit dan Pertumbuhan Bisnis Semester I 2026

Kinerja Keuangan Danamon, Kualitas Kredit dan Pertumbuhan Bisnis Semester I 2026

Kestabilan sektor industri juga tecermin dari sisi pelaku usaha. Data menunjukkan bahwa kondisi usaha pada periode ini dinilai membaik oleh para pelaku industri. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan kondisi usaha sebesar 1,1 poin, sehingga persentasenya naik menjadi 77,9 persen. Angka ini memberikan gambaran bahwa aktivitas operasional bisnis manufaktur secara umum berjalan dengan stabil.

Meski kondisi usaha saat ini membaik, terdapat sedikit penyesuaian pada proyeksi masa depan. Optimisme dunia usaha terhadap kondisi usahanya selama 6 bulan ke depan mengalami penurunan sebesar 0,8 persen pada bulan Juli 2026. Penurunan tersebut membawa tingkat optimisme pelaku usaha menjadi 67,8 persen. Menanggapi dinamika ini, Febri Hendri menegaskan bahwa angka tersebut masih tergolong positif. Ia menyatakan bahwa karena angkanya tetap berada di atas 65 persen, hal ini berarti para pelaku usaha masih berstatus optimis terhadap kelangsungan industri.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaKemenperinManufakturIndustriIndeks Kepercayaan Industri

Berita Terbaru Lainnya

Laba Bersih bank bjb Tumbuh 58,8 Persen Capai Rp 783 Miliar pada Semester I 2026Kinerja Keuangan Danamon, Kualitas Kredit dan Pertumbuhan Bisnis Semester I 2026Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Baru Milik KAICara Mengukur Pertumbuhan Nilai Bisnis Indian Premier League yang Mencapai USD 20,6 MiliarPenertiban Disiplin Aparatur Sipil Negara, Tindakan dan Sanksi Saat Terjaring Razia Jam Kerja di AcehKPK Cari Celah Hukum di Tengah Pemberlakuan Regulasi Baru UU P2SKPentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Mencegah Kekerasan Seksual di Lingkungan PesantrenFakta Lengkap Kasus Korupsi Asuransi Jasindo dan Pelni Serta Penahanan Empat Tersangka oleh KPK

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap