goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Bisnis

Cara Mengukur Pertumbuhan Nilai Bisnis Indian Premier League yang Mencapai USD 20,6 Miliar

Agus KusumaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengukur Pertumbuhan Nilai Bisnis Indian Premier League yang Mencapai USD 20,6 Miliar
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Memahami valuasi sebuah kompetisi olahraga berskala global memerlukan pendekatan analitis yang menyeluruh. Salah satu studi kasus terbaik saat ini adalah kompetisi kriket di India, yaitu Indian Premier League. Diluncurkan pada 2008, liga ini terus menunjukkan performa finansial yang luar biasa. Tercatat bahwa nilai bisnis Indian Premier League melesat hingga mencapai USD 20,6 miliar pada 2026. Menariknya, musim pertandingan liga ini hanya berlangsung selama sekitar dua bulan setiap tahunnya. Bagi para analis olahraga maupun peminat bisnis, ada beberapa langkah penting yang dapat diterapkan untuk membedah bagaimana liga kriket ini bisa menembus angka valuasi yang sangat fantastis.

Langkah pertama dalam menganalisis kesuksesan finansial ini adalah dengan menelaah profil kepemilikan klub. Sejak awal mula didirikan, Indian Premier League berhasil menarik minat para pemilik klub dari kalangan tokoh ternama dan pengusaha papan atas. Sebagai contoh, salah satu pemilik klub di liga ini adalah Mukesh Ambani, yang merupakan orang terkaya kedua di India. Selain dari kalangan pengusaha, industri hiburan juga turut andil, terbukti dengan kehadiran bintang Bollywood Shah Rukh Khan sebagai salah satu pemilik klub. Kehadiran nama-nama besar ini menjadi indikator penting dalam menilai daya tarik komersial serta stabilitas modal yang menopang operasional liga.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah kedua adalah memantau transaksi penjualan waralaba dan pergerakan saham klub di dalam liga tersebut. Transaksi bernilai tinggi merupakan bukti nyata tingginya minat investor. Pada bulan Mei, sebuah konsorsium yang dipimpin oleh miliarder industri baja Lakshmi Mittal dan konglomerat vaksin Adar Poonawalla mengumumkan rencana pembelian waralaba Rajasthan Royals. Nilai kesepakatan untuk waralaba ini mencapai angka USD 1,65 miliar. Evaluasi terhadap angka-angka akuisisi semacam ini sangat krusial untuk memahami lonjakan valuasi tim secara keseluruhan di pasar olahraga.

Baca Juga

Polemik Deddy Sitorus dan KWP Terkait Dugaan Sebutan Wartawan Sirkus

Polemik Deddy Sitorus dan KWP Terkait Dugaan Sebutan Wartawan Sirkus

Langkah ketiga berfokus pada analisis transaksi tim papan atas, seperti penjualan saham Royal Challengers Bengaluru yang nilainya mendekati USD 1,8 miliar. Transaksi ini terjadi pada bulan Maret, saat United Spirits Ltd. menjual saham tim tersebut kepada konsorsium yang melibatkan miliarder Kumar Mangalam Birla dan The Times of India Group. Royal Challengers Bengaluru sendiri berstatus sebagai juara bertahan sekaligus tim paling bernilai di liga tersebut. Mengamati perputaran uang pada tim-tim berprestasi memberikan gambaran langsung mengenai korelasi antara kesuksesan di lapangan dengan daya tarik investasi.

Langkah keempat adalah merujuk pada laporan valuasi independen dari lembaga keuangan tepercaya. Menurut Studi Valuasi Merek IPL 2026 yang dirilis oleh Houlihan Lokey, nilai merek mandiri dari liga ini naik menjadi USD 4,3 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa liga ini tumbuh 10,3 persen dari tahun sebelumnya. Harsh Talikoti, selaku Direktur Penasihat Keuangan dan Valuasi di Houlihan Lokey, juga mencatat bahwa nilai bisnis Indian Premier League secara keseluruhan tumbuh sebesar 11,4 persen pada 2026. Penggunaan data sekunder dari bank investasi seperti ini adalah metode yang wajib dilakukan untuk memvalidasi angka pertumbuhan bisnis.

Baca Juga

Rencana Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Integrasi Transportasi Jakarta

Rencana Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Integrasi Transportasi Jakarta

Langkah kelima adalah melakukan perbandingan skala global, khususnya metrik pendapatan atau kalkulasi per pertandingan. Meskipun durasi kompetisinya terbilang singkat, kalkulasi per pertandingan Indian Premier League secara global hanya berada di bawah National Football League (NFL). Membandingkan liga kriket dengan kompetisi lain membantu pengamat melihat efisiensi dan profitabilitasnya. Selain itu, penting juga untuk melihat aktivitas pemain di kancah internasional yang menjaga popularitas olahraga ini. Sebagai contoh, pemain kriket India Shreyas Iyer bermain dalam laga T20 Internasional kelima antara Inggris dan India di Utilita Bowl, Southampton, pada hari Sabtu, 11 Juli 2026. Ekosistem yang mengikat pemain tingkat dunia ini menjadi fondasi yang kuat bagi valuasi jangka panjang liga.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Indian Premier LeagueKriketValuasi BisnisHoulihan LokeyInvestasi Olahraga

Berita Terbaru Lainnya

Faktor Pendorong Ekspor Sawit Pangkalan Bun Sumbang Negara Rp 1,74 TriliunAkad Massal 62.000 Unit KPR Subsidi di Batang Dihadiri Presiden Prabowo, KH Zulfa Mustofa Pimpin DoaIndonesia Bertransformasi dari Pasar Menjadi Basis Produksi Otomotif NasionalPolemik Deddy Sitorus dan KWP Terkait Dugaan Sebutan Wartawan SirkusRencana Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Integrasi Transportasi JakartaRekap Hasil Babak 8 Besar VNL Putra 2026 dan Daftar Tim Lolos SemifinalCara Cek Link Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi CAT Sekolah Rakyat Kemensos 2026Hasil D'Academy 8 Top 37 Grup 3 dan Jadwal Terbaru Babak Selanjutnya

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap