goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Faktor Pendorong Ekspor Sawit Pangkalan Bun Sumbang Negara Rp 1,74 Triliun

Ding BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 06.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Faktor Pendorong Ekspor Sawit Pangkalan Bun Sumbang Negara Rp 1,74 Triliun
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Aktivitas ekspor kelapa sawit beserta produk turunannya terus menjadi motor penggerak utama bagi penerimaan negara di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu wilayah yang mencatatkan kontribusi sangat signifikan adalah Pangkalan Bun. Hingga Juli 2026, Bea Cukai Pangkalan Bun dilaporkan berhasil menyumbang penerimaan negara dengan total pencapaian sekitar Rp 1,74 triliun. Angka penerimaan yang sangat besar ini sepenuhnya bersumber dari kegiatan pengiriman komoditas kelapa sawit dan berbagai produk olahannya ke pasar internasional. Pencapaian ini menegaskan posisi strategis wilayah tersebut dalam mendukung stabilitas penerimaan negara dari sektor komoditas andalan nasional.

Jika ditelisik lebih mendalam berdasarkan data yang ada, total penerimaan sebesar Rp 1,74 triliun tersebut terbagi ke dalam dua pos pungutan utama yang dikelola oleh otoritas kepabeanan. Pos pertama adalah bea keluar yang berhasil menyumbang pemasukan negara sebesar Rp 882,37 miliar. Sementara itu, pos kedua berasal dari pungutan dana sawit yang nilainya mencapai Rp 861,58 miliar. Rincian pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisi Bea Cukai Pangkalan Bun sebagai penyumbang penerimaan bea keluar paling besar di bawah naungan Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Muhtadi, menjelaskan bahwa dominasi sektor ini sangat kuat, di mana lebih dari 90 persen dari total penerimaan bea keluar di instansinya memang disokong langsung oleh ekspor komoditas kelapa sawit beserta produk-produk turunannya.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Dari sekian banyak negara mitra dagang yang menjalin kerja sama dengan eksportir lokal, India masih tercatat sebagai negara tujuan utama untuk ekspor dari Pangkalan Bun. Komoditas yang paling banyak dikirim atau mendominasi pengiriman ke negara tersebut adalah crude palm oil (CPO) beserta berbagai ragam produk turunannya. Tingginya permintaan dari pasar India ini menjadi pendorong utama arus barang dari pelabuhan setempat. Meskipun volume ekspor menunjukkan angka yang positif dan memberikan dampak finansial masif, para pelaku usaha di lapangan pada kenyataannya masih harus menghadapi sejumlah tantangan operasional logistik yang cukup berat dalam proses pengiriman komoditas tersebut.

Baca Juga

Singapura Salurkan Paket Bantuan Rp12,5 Triliun untuk Atasi Dampak Energi Mahal

Singapura Salurkan Paket Bantuan Rp12,5 Triliun untuk Atasi Dampak Energi Mahal

Tantangan terbesar dalam rantai logistik ekspor curah di Pangkalan Bun berkaitan erat dengan keterbatasan infrastruktur pelabuhan setempat. Karena adanya keterbatasan kedalaman pelabuhan, kapal-kapal besar atau kapal induk (mother vessel) tidak dapat bersandar langsung di dermaga Pangkalan Bun. Akibat kondisi geografis dan infrastruktur tersebut, proses pemindahan muatan curah harus dilakukan melalui mekanisme ship to ship di tengah laut dengan jarak sekitar 40 mil dari daratan. Mekanisme transfer kargo di lautan lepas ini secara langsung berdampak pada peningkatan waktu tempuh pengiriman barang serta membengkaknya biaya logistik yang harus ditanggung oleh pihak eksportir setiap kali melakukan pengiriman.

Selain kendala operasional pada kapal curah, para eksportir yang memanfaatkan moda transportasi kontainer juga menghadapi kendala tersendiri yang tidak kalah menantang. Pelaku usaha di wilayah tersebut sering kali dihadapkan pada keterbatasan ketersediaan kontainer yang layak pakai untuk memuat produk turunan kelapa sawit. Permasalahan logistik ini kemudian diperparah dengan belum adanya layanan pelayaran langsung dari Pangkalan Bun menuju negara tujuan ekspor. Oleh karena itu, sebagian besar pengiriman barang yang menggunakan kontainer dari daerah ini terpaksa harus transit terlebih dahulu melalui Surabaya, sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan panjang menuju India.

Baca Juga

Cara Menyikapi Proyeksi Pelemahan IHSG Jelang Akhir Pekan

Cara Menyikapi Proyeksi Pelemahan IHSG Jelang Akhir Pekan

Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala logistik dan operasional pengiriman, aspek pengawasan dan keamanan ekspor di wilayah Pangkalan Bun dinilai sangat kondusif oleh otoritas kepabeanan. Risiko terjadinya tindakan penyelundupan barang di wilayah Pangkalan Bun tergolong relatif kecil. Hal ini disebabkan oleh profil pelaku usaha di wilayah tersebut, di mana mayoritas eksportir yang beroperasi merupakan perusahaan-perusahaan skala besar yang telah terbukti memiliki tingkat kepatuhan regulasi yang sangat tinggi. Di samping mengandalkan tingkat kepatuhan internal korporasi, pihak Bea Cukai juga terus memperketat pengawasan aktivitas ekspor di lapangan. Langkah pengawasan ini dilakukan dengan membangun sinergi dan kolaborasi yang erat bersama aparat penegak hukum lainnya, yang meliputi aparat TNI, Polri, serta pihak Kejaksaan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pangkalan BunCPOEkspor SawitBea CukaiPenerimaan Negara

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Kenaikan Hak Keuangan Kepala Daerah di Tengah Sorotan Operasi Tangkap TanganSingapura Salurkan Paket Bantuan Rp12,5 Triliun untuk Atasi Dampak Energi MahalCara Menyikapi Proyeksi Pelemahan IHSG Jelang Akhir PekanTren Kenaikan Tabungan Dolar AS dan Simpanan Valas di IndonesiaTarget 1.100 Emiten Bursa Efek Indonesia pada 2030 dan Strategi MencapainyaCara Membaca Data Kepuasan Publik dan Sikap Pemerintah Terhadap Hasil Survei KinerjaPenerapan Enam Komitmen TPAKD Sulawesi Utara untuk Memperkuat Inklusi Keuangan DaerahOptimalisasi Platform Bajubodo Melalui Gerakan One Marketplace di Sulawesi Selatan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap