goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Tren Kenaikan Tabungan Dolar AS dan Simpanan Valas di Indonesia

Agus KusumaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 07.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tren Kenaikan Tabungan Dolar AS dan Simpanan Valas di Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Minat masyarakat Indonesia untuk menyimpan dana dalam bentuk mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat (AS), menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan data distribusi yang dirilis oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2026, jumlah rekening dolar AS di perbankan tanah air tercatat mengalami kenaikan sebesar 185,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Tren ini mencerminkan adanya pergeseran perilaku finansial di kalangan masyarakat yang kini lebih aktif melirik mata uang asing sebagai alternatif penyimpanan dana di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Kehadiran data dari LPS ini memberikan gambaran jelas mengenai tingginya antusiasme masyarakat dalam membuka rekening valuta asing baru sepanjang tahun tersebut.

Tidak hanya dari segi jumlah rekening yang melonjak tajam, nilai nominal dari simpanan tersebut juga mencatatkan angka yang terbilang besar. Tercatat, jumlah nominal rekening tabungan valuta asing (valas) di Indonesia telah mencapai Rp1.741,46 triliun. Angka nominal tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,5 persen secara tahunan atau yoy. Kenaikan ini mempertegas bahwa porsi simpanan dalam bentuk mata uang asing di sistem perbankan nasional terus mengalami ekspansi yang cukup solid. Meskipun persentase kenaikan nominalnya tidak sebesar lonjakan jumlah rekening, angka pertumbuhan 19,5 persen ini tetap merepresentasikan akumulasi dana yang masif di dalam sistem perbankan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Menanggapi fenomena ini, Chief Economist Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Winang Budoyo, memberikan pandangannya terkait faktor pendorong utama di balik tren tersebut. Ia menjelaskan bahwa peningkatan tabungan dalam denominasi dolar AS ini erat kaitannya dengan upaya masyarakat dalam mencari aset perlindungan nilai (hedging). Menurutnya, masyarakat cenderung mencari instrumen lindung nilai ketika nilai tukar rupiah mengalami tren pelemahan terhadap dolar AS. Dalam situasi pelemahan nilai tukar seperti ini, memegang mata uang asing dinilai oleh sebagian masyarakat sebagai langkah strategis untuk meminimalkan risiko penurunan nilai simpanan mereka.

Baca Juga

Cara Memantau Kenaikan Harga Komoditas Batu Bara, CPO, Nikel, dan Timah

Cara Memantau Kenaikan Harga Komoditas Batu Bara, CPO, Nikel, dan Timah

Lebih lanjut, Winang juga menambahkan bahwa aktivitas konversi mata uang ini pada dasarnya tidak mengubah volume perputaran uang masyarakat secara keseluruhan di dalam sistem perekonomian. Aliran uang yang berputar di dalam sistem sebenarnya masih relatif sama, namun terjadi perubahan pada jenis komposisi mata uang yang dipegang oleh nasabah. Nasabah memilih untuk mengonversi sebagian dana simpanan mereka dari mata uang rupiah ke dalam dolar AS. Tujuan utama dari konversi mata uang tersebut murni demi menjaga keamanan dan stabilitas nilai uang yang mereka miliki dari fluktuasi nilai tukar.

Dari aspek profil nasabah, Winang melihat adanya peran besar dari sektor ritel atau perorangan di balik lonjakan pertumbuhan rekening dolar AS yang melebihi angka 180 persen yoy ini. Ia menjelaskan bahwa pelaku korporasi atau perusahaan pada umumnya sudah memiliki rekening valas sejak awal untuk mendukung kegiatan bisnis mereka. Oleh karena itu, lonjakan pertumbuhan rekening baru yang sangat masif ini diyakini datang dari segmen nasabah individu atau ritel. Hal ini juga yang menjadi alasan logis mengapa pertumbuhan nominal rekening dolar AS cenderung lebih terbatas dan tidak sekencang pertumbuhan jumlah rekeningnya, mengingat kapasitas simpanan perorangan umumnya lebih kecil dibandingkan korporasi.

Baca Juga

Peran Pangkalan Bun dan Kontribusi Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia

Peran Pangkalan Bun dan Kontribusi Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia

Fakta mengenai tingginya pertumbuhan simpanan valas ini juga diperkuat oleh penjelasan dari Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu. Anggito memaparkan bahwa pertumbuhan yang tinggi pada jumlah rekening dolar AS tersebut secara spesifik disokong oleh kelompok rekening dengan tiering nominal simpanan yang bernilai besar. Menurut keterangannya, pertumbuhan signifikan ini berasal dari rekening-rekening dolar yang memiliki saldo simpanan di atas Rp5 miliar. Data ini menunjukkan bahwa nasabah dengan profil finansial tinggi atau kelas atas turut menjadi penggerak utama dalam tren penempatan dana pada rekening mata uang dolar AS.

Secara keseluruhan, fenomena meningkatnya tabungan valas ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana nasabah di Indonesia merespons pergerakan dan dinamika nilai tukar mata uang. Dengan memanfaatkan instrumen rekening dolar AS, baik nasabah ritel perorangan maupun pemilik dana dengan tiering di atas Rp5 miliar berupaya mengamankan portofolio keuangan mereka. Data distribusi yang dirilis oleh LPS per Juni 2026 ini menjadi indikator penting mengenai arah preferensi likuiditas masyarakat dalam menjaga nilai kekayaan mereka di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LPSDolar ASTabungan ValasPerbanasKeuangan

Berita Terbaru Lainnya

Klarifikasi Deddy Sitorus Terkait Polemik Ucapan Kayak Sirkus di DPRAturan Baru Uni Eropa, Konten Deepfake dan AI Wajib Berlabel Mulai 2026Cara Memantau Kenaikan Harga Komoditas Batu Bara, CPO, Nikel, dan TimahJokowi Bertolak ke NTT, Lanjutkan Safari Politik Kedua Bersama PSIProyek Pembangunan Rusun Subsidi Danantara di Lahan Hibah MeikartaMengenal Profil dan Kiprah Kanyarat Khunmuang di SEA V Cup 2026Memahami Duduk Perkara Ancaman Boikot UEFA terhadap Turnamen FIFAPeran Pangkalan Bun dan Kontribusi Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap