goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Indonesia Bertransformasi dari Pasar Menjadi Basis Produksi Otomotif Nasional

Nyaring JalungDiterbitkan 31 Jul 2026 - 06.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Indonesia Bertransformasi dari Pasar Menjadi Basis Produksi Otomotif Nasional
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Indonesia tengah berada dalam fase transformasi penting di sektor industri otomotif. Negara ini sedang beralih dari sekadar menjadi pasar otomotif menjadi basis produksi kendaraan. Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang diselenggarakan di Tangerang, Banten, pada hari Kamis. Transformasi ini menandai langkah strategis bagi industri manufaktur dalam negeri untuk semakin mandiri dan kompetitif di tingkat global.

Perkembangan sektor otomotif ini berjalan selaras dengan stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat stabil di angka 5,6 persen. Industri pengolahan terus membuktikan perannya sebagai tulang punggung utama perekonomian dengan memberikan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor industri pengolahan juga menyumbang peran dominan dengan kontribusi lebih dari 82 persen terhadap total ekspor nasional. Di dalam sektor tersebut, industri alat angkutan memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat signifikan, yakni mencapai lebih dari Rp 285 triliun.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Bukti nyata dari pergeseran Indonesia menjadi basis produksi kendaraan terlihat dari catatan kinerja industri sepanjang semester pertama tahun 2026. Produksi kendaraan bermotor nasional pada periode tersebut berhasil menembus angka 615.000 unit. Jumlah produksi ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 11,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan pertumbuhan angka produksi, aktivitas pasar domestik juga menunjukkan peningkatan, di mana penjualan kendaraan secara grosir atau wholesales naik sebesar 15,9 persen menjadi 436.000 unit. Tren positif ini memicu optimisme pemerintah untuk merealisasikan target penjualan otomotif domestik sebesar 850.000 unit sepanjang tahun 2026.

Baca Juga

Singapura Salurkan Paket Bantuan Rp12,5 Triliun untuk Atasi Dampak Energi Mahal

Singapura Salurkan Paket Bantuan Rp12,5 Triliun untuk Atasi Dampak Energi Mahal

Dominasi produksi dalam negeri semakin diperkuat oleh performa ekspor yang impresif pada tahun ini. Ekspor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built-up (CBU) dari Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 7,7 persen. Peningkatan yang jauh lebih signifikan terjadi pada pengiriman kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) yang melonjak hingga 38 persen. Selain itu, ekspor komponen otomotif juga melesat naik sebesar 46 persen. Di sisi lain, keberhasilan pemenuhan kebutuhan dari pabrik dalam negeri tecermin dari penurunan drastis pada angka impor kendaraan utuh (CBU) yang merosot hingga 49 persen.

Modernisasi industri otomotif nasional juga ditunjukkan oleh tren peningkatan adopsi kendaraan elektrifikasi. Sepanjang semester pertama tahun 2026, angka penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia melonjak 69,4 persen dengan total mencapai 117.000 unit. Angka penjualan ini setara dengan 26,8 persen dari total penjualan kendaraan penumpang secara nasional. Dari seluruh kendaraan elektrifikasi yang berhasil dipasarkan, porsi terbesar disumbang oleh kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) yang mencatatkan penjualan sebanyak 69.000 unit.

Baca Juga

Cara Menyikapi Proyeksi Pelemahan IHSG Jelang Akhir Pekan

Cara Menyikapi Proyeksi Pelemahan IHSG Jelang Akhir Pekan

Meskipun berbagai pencapaian ini menunjukkan arah perkembangan yang positif, ruang pertumbuhan industri otomotif di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Dengan jumlah populasi penduduk mencapai sekitar 284 juta jiwa, rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini baru berkisar pada angka 99 unit per 1.000 penduduk. Angka ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, rasio kepemilikan mobil di Thailand telah mencapai 275 unit per 1.000 penduduk, sementara di Malaysia rasionya menyentuh kisaran 490 unit per 1.000 penduduk. Perbedaan rasio kepemilikan ini menjadi indikator kuat bahwa pasar domestik Indonesia masih menyimpan potensi perluasan yang besar bagi para produsen kendaraan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GIIAS 2026otomotifindustri manufakturAgus Gumiwang Kartasasmitaekspor otomotifkendaraan listrik

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Kenaikan Hak Keuangan Kepala Daerah di Tengah Sorotan Operasi Tangkap TanganSingapura Salurkan Paket Bantuan Rp12,5 Triliun untuk Atasi Dampak Energi MahalCara Menyikapi Proyeksi Pelemahan IHSG Jelang Akhir PekanTren Kenaikan Tabungan Dolar AS dan Simpanan Valas di IndonesiaTarget 1.100 Emiten Bursa Efek Indonesia pada 2030 dan Strategi MencapainyaCara Membaca Data Kepuasan Publik dan Sikap Pemerintah Terhadap Hasil Survei KinerjaPenerapan Enam Komitmen TPAKD Sulawesi Utara untuk Memperkuat Inklusi Keuangan DaerahOptimalisasi Platform Bajubodo Melalui Gerakan One Marketplace di Sulawesi Selatan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap