Kawasan Dukuh Atas di ibu kota Jakarta akan segera memiliki wajah baru dengan hadirnya infrastruktur pejalan kaki yang terintegrasi. PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menyiapkan rencana besar dengan menggelontorkan investasi sekitar Rp 300 miliar untuk membangun sebuah fasilitas yang diberi nama Pedestrian Deck Dukuh Atas. Fasilitas pejalan kaki ini dirancang dengan bentuk melingkar atau bundar, sehingga di kalangan masyarakat dan perencana kota mulai dikenal luas dengan sebutan jembatan donat. Pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi kendala ruang di kawasan Dukuh Atas. Saat ini, wilayah tersebut terbagi menjadi empat kuadran yang terpisah akibat perpotongan dua infrastruktur utama, yaitu aliran Sungai Ciliwung dan bentangan Jalan Sudirman, yang selama ini menyulitkan aksesibilitas para pejalan kaki.








