goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Humaniora

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Marulitua PardedeDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Mandi wajib merupakan sebuah proses pembersihan yang wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar agar seseorang dapat kembali dalam keadaan suci. Dalam ajaran agama Islam, status kesucian ini sangat penting karena menjadi syarat utama agar seseorang dapat melaksanakan ibadah tertentu. Beberapa ibadah pokok yang secara tegas mensyaratkan pelakunya berada dalam kondisi suci meliputi ibadah salat dan tawaf. Tanpa melaksanakan mandi wajib terlebih dahulu untuk menghilangkan hadas besar, ibadah seperti salat dinilai tidak sah. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai tata cara bersuci ini menjadi hal yang mutlak bagi setiap muslim agar ibadah yang dikerjakan dapat diterima.

Kewajiban untuk melaksanakan mandi wajib, yang dalam istilah lain juga sering disebut sebagai mandi janabah atau ghusl, dipicu oleh beberapa sebab tertentu. Berbagai kondisi yang menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hadas besar di antaranya adalah selesai haid bagi perempuan, selesai nifas, keluarnya mani, serta melakukan hubungan suami istri. Selain hal-hal tersebut, terdapat pula sebab lain yang juga mengakibatkan seseorang berstatus memiliki hadas besar. Ketika salah satu dari kondisi ini terjadi, maka seseorang tidak diperbolehkan melakukan ibadah tertentu sebelum menyucikan diri melalui serangkaian tata cara mandi wajib yang benar.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Pelaksanaan mandi wajib harus selalu didasari dengan niat karena Allah SWT. Niat ini menjadi langkah awal sebelum seseorang membasuh seluruh bagian tubuh menggunakan air yang suci. Khusus bagi wanita yang baru saja menyelesaikan masa menstruasinya, terdapat bacaan niat mandi wajib setelah haid yang dianjurkan. Niat tersebut berbunyi: Nawaitul ghusla liraf鈥榠l hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta鈥榓alaa. Adapun terjemahan dari niat tersebut adalah, "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah Ta'ala." Dengan melafalkan niat ini, proses mandi wajib secara resmi dimulai untuk menghilangkan status hadas besar.

Baca Juga

Cara Memanfaatkan Kolaborasi FIM PII Kalsel dan ULM untuk Meningkatkan Kompetensi Profesi Keinsinyuran

Cara Memanfaatkan Kolaborasi FIM PII Kalsel dan ULM untuk Meningkatkan Kompetensi Profesi Keinsinyuran

Setelah menghadirkan niat, proses bersuci dilanjutkan dengan menerapkan tata cara yang teratur dan menyeluruh. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam rangkaian ini adalah membasuh kedua tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh atau membersihkan bagian tubuh lainnya. Setelah kedua tangan dipastikan bersih, langkah selanjutnya adalah membersihkan bagian tubuh yang terkena darah haid atau kotoran hingga benar-benar bersih. Pembersihan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada najis yang menghalangi air suci. Terkait dengan pelaksanaan wudu saat mandi wajib, dalam sebagian pendapat dijelaskan bahwa wudu dapat dilakukan di awal sebelum mandi atau setelah mandi selesai.

Tahapan krusial selanjutnya adalah proses mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali. Pertama-tama, siram bagian kepala secara perlahan hingga air benar-benar mencapai kulit kepala dan seluruh bagian rambut. Sangat penting untuk memastikan tidak ada satu pun helai rambut atau bagian kulit kepala yang terlewat dari siraman air. Setelah area kepala diyakini telah basah sepenuhnya, guyur seluruh tubuh dengan air secara merata. Dalam pelaksanaannya, proses mengguyur tubuh ini harus dimulai dari sisi kanan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan mengguyur tubuh pada sisi kiri.

Baca Juga

Sinergi Pengelolaan Perbatasan RI-Malaysia Melalui Forum Sosek Malindo

Sinergi Pengelolaan Perbatasan RI-Malaysia Melalui Forum Sosek Malindo

Setelah memastikan seluruh tubuh terkena air secara merata dari ujung kepala hingga ujung kaki, prosesi mandi wajib dapat dikatakan telah selesai. Apabila seluruh tubuh telah basah dan proses mandi berakhir, seseorang dapat mengeringkan tubuh dengan handuk atau kain bersih jika diperlukan. Pelaksanaan mandi wajib yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan membasuh seluruh bagian tubuh menggunakan air yang suci ini akan mengembalikan seseorang ke dalam keadaan suci. Dengan hilangnya hadas besar, seorang muslim dapat kembali melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian dengan sah.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Islammandi wajibhaidtata caraniat

Berita Terbaru Lainnya

Kawasan Industri Berpeluang Raih Pendapatan Tambahan Melalui Perdagangan KarbonTransformasi Digital UMKM, Perbandingan Metode Pembayaran Transfer Bank, E-Wallet, dan QRISKeuangan Ratusan Pemda Tersendat, Pemerintah Pastikan PPPK Aman dari PHKUpaya Perum Bulog Mengamankan Penyerapan Tebu Petani Blora di Tengah Pemulihan PT GMMKemenperin Ungkap Penurunan Pesanan B2B Jadi Penyebab PHK Pabrik Garmen di Jawa TengahPT Freeport Indonesia Kedepankan Etika Bisnis demi Wujudkan Produksi yang Aman dan BerkelanjutanKejaksaan Agung Titipkan Ferry Hongkiriwang ke LPSK Terkait Penyidikan Kasus TPPURincian dan Mekanisme Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kemhan Tahun 2026

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap