Kebijakan Perum Bulog untuk menyerap gabah kering panen (GKP) milik petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram menjadi angin segar bagi sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kebijakan penetapan harga ini dinilai mampu memacu semangat para petani setempat untuk menggarap sawah mereka kembali. Di samping itu, kondisi pasar saat ini juga menunjukkan dinamika yang menarik, di mana para tengkulak terpantau membeli gabah kering panen dari para petani dengan harga yang berada di atas tarif yang telah ditetapkan oleh pihak Bulog. Hal ini tentu memberikan pilihan yang menguntungkan bagi para petani dalam memasarkan hasil produksinya.
Siklus penanaman padi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara kini tengah memasuki fase penting. Periode tanam kedua untuk komoditas padi di daerah ini berlangsung sejak bulan April hingga September 2026. Menurut penjelasan dari Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, realisasi luas tanam padi pada musim tanam kedua ini telah mencapai luasan sekitar 6.500 hektare. Angka realisasi ini mencerminkan antusiasme yang tinggi dari para petani di Penajam Paser Utara dalam mengelola lahan persawahan mereka secara maksimal.
Dari total luasan lahan yang telah ditanami pada musim tanam kedua tersebut, saat ini tercatat sekitar 700 hektare lahan persawahan yang sudah mulai memasuki proses panen. Mulainya proses panen di sebagian lahan ini menandai awal dari masa panen yang akan berlangsung secara bertahap di wilayah tersebut. Pemerintah daerah setempat terus melakukan pengawasan agar proses panen awal ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan bagi para petani.
Jelang HUT ke-42, PT KBI Raih Tiga Penghargaan dalam Satu Hari

Aktivitas panen di Kabupaten Penajam Paser Utara diproyeksikan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Puncak dari masa panen untuk periode tanam kedua ini diperkirakan akan berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Berdasarkan perhitungan dan analisis potensi lahan yang ada, pemerintah daerah memperkirakan potensi produksi pada periode tersebut mampu mencapai sekitar 22.000 ton gabah kering panen. Jumlah produksi yang cukup besar ini memerlukan perhatian khusus agar seluruh hasil panen dapat terserap dengan baik oleh pasar.
Untuk mengantisipasi melimpahnya pasokan gabah kering panen selama masa panen raya tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengambil langkah antisipasi yang terencana. Pemerintah kabupaten telah melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak Perum Bulog terkait penyerapan gabah kering panen dari petani pada masa tanam kedua ini. Langkah koordinasi ini diambil agar para petani mendapatkan kepastian pasar dan harga yang layak ketika puncak panen tiba.
Peran Pegadaian sebagai Penyedia Aset Dasar ETF Emas di Indonesia

Melalui sinergi antara kebijakan penyerapan Perum Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram dan adanya pembelian oleh tengkulak di atas harga tersebut, para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki posisi tawar yang baik. Upaya koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Perum Bulog diharapkan mampu menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi para petani di Penajam Paser Utara untuk terus giat menggarap lahan sawah mereka demi keberlangsungan sektor pertanian daerah.






