Pihak operator transportasi kereta api, KAI Commuter, memberikan penjelasan resmi mengenai insiden seorang siswi yang tewas akibat tertemper kereta rel listrik (KRL) di kawasan Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Peristiwa memprihatinkan ini terjadi pada hari Senin (10/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban yang berjenis kelamin perempuan dan berstatus sebagai pelajar tersebut dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara setelah tertemper rangkaian Commuter Line yang tengah melintas. Kejadian ini langsung memicu tindakan penanganan cepat dari pihak pengelola stasiun beserta aparat kepolisian setempat.
Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkapkan dalam keterangan tertulisnya bahwa korban diduga melompat di area Stasiun Jurangmangu. Begitu insiden tersebut terjadi, Petugas Pengamanan Dalam (PKD) Stasiun Jurangmangu langsung bergerak cepat untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Langkah sterilisasi ini diambil secara ketat guna memastikan seluruh proses penanganan darurat dapat berjalan dengan lancar dan aman, sekaligus mencegah para pengguna jasa KRL lainnya mendekati tempat kejadian perkara demi keselamatan bersama.
Selain melakukan pengamanan di area stasiun, KAI Commuter juga segera melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan layanan medis untuk penanganan lebih lanjut terhadap korban. Pihak Polres Tangsel kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengirimkan personel ke lokasi. Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo, mengonfirmasi status korban yang merupakan seorang pelajar perempuan yang duduk di bangku kelas 10 SMA.
Evaluasi 40 Izin Edar Beras Fortifikasi dan Pengujian Klaim Gizi oleh Bapanas

Petugas Kepolisian dilaporkan tiba di Stasiun Jurangmangu sekitar pukul 17.30 WIB untuk mengevakuasi korban. Proses evakuasi terhadap jasad siswi SMA tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam dan berhasil diselesaikan pada pukul 18.30 WIB. Setelah proses evakuasi selesai, korban segera dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk penanganan medis lebih lanjut. Di samping itu, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti di balik insiden tersebut, termasuk dengan meminta keterangan dari para saksi yang berada di lokasi kejadian.
Sebagai bentuk penanganan terhadap pihak terdekat korban, KAI Commuter juga telah menghubungi keluarga korban. Leza Arlan menjelaskan bahwa pihak keluarga siswi tersebut sudah dikabari mengenai musibah ini dan telah datang secara langsung ke Stasiun Jurangmangu. Di sisi lain, atas nama manajemen KAI Commuter, Leza Arlan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna KRL atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut, mengingat proses penanganan korban pada sore hari itu berdampak langsung terhadap keterlambatan jadwal perjalanan kereta.
Eks Direktur Perumda Tirta Bhagasasi Ditahan Terkait Kasus Korupsi Rp4,5 Miliar

Keterlambatan perjalanan KRL pada sore hari tersebut memengaruhi beberapa perjalanan Commuter Line, khususnya rute yang berangkat dari Tanah Abang. Berdasarkan data operasional, perjalanan Commuter Line No. 1742D dengan relasi Tanah Abang-Parung Panjang mengalami keterlambatan perjalanan sekitar 25 menit. Selanjutnya, Commuter Line No. 1744D untuk relasi Tanah Abang-Rangkasbitung mengalami hambatan perjalanan dan terlambat selama 22 menit.
Dampak keterlambatan juga dirasakan oleh perjalanan Commuter Line No. 1746D relasi Tanah Abang-Rangkasbitung yang mengalami keterlambatan hingga 20 menit. Terakhir, perjalanan Commuter Line No. 1748D relasi Tanah Abang-Tigaraksa turut terdampak dengan mengalami keterlambatan jadwal perjalanan sekitar 14 menit selama proses penanganan dan evakuasi berlangsung di stasiun.






