Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) berikutnya kepada DPR. Usulan ini disampaikan secara resmi untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 25 Juli 2026. Pengumuman mengenai nama calon tunggal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat menyerahkan surat presiden (surpres) ke Kompleks DPR, Jakarta Pusat, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Untuk mengenal lebih dekat figur yang diproyeksikan memimpin bank sentral ini, publik dapat menelusuri rekam jejak akademis serta perjalanan kariernya yang panjang di sektor keuangan. Destry Damayanti lahir di Jakarta pada tahun 1963. Ia menempuh pendidikan tinggi di dalam negeri dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI). Guna memperdalam keahliannya, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York.
Perjalanan profesional Destry dimulai pada awal dekade 2000-an. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada periode tahun 2000 hingga 2003. Selepas itu, ia membagi ilmunya di dunia akademis dengan menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2005 sampai 2006. Pada periode yang hampir bersamaan, yakni tahun 2005 hingga 2011, Destry juga aktif di industri pasar modal dengan menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas.
Peluang Kolaborasi dan Investasi Swasta Senilai Rp 74,54 Triliun di Ibu Kota Nusantara

Karier kepemimpinannya di sektor perbankan dan kebijakan publik semakin solid di tahun-tahun berikutnya. Ia dipercaya memegang posisi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada periode 2011-2015. Di samping itu, ia juga mendapatkan penugasan dari pemerintah sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada tahun 2014 hingga 2015. Pengalamannya di bidang regulasi keuangan semakin lengkap saat ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk masa jabatan 2015-2019.
Destry mulai memasuki jajaran pimpinan Bank Indonesia saat dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior untuk periode 2019-2024 pada 7 Agustus 2019, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019. Kinerjanya yang dinilai baik membuatnya kembali ditetapkan untuk periode kedua yakni periode 2024-2029 lewat Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024, di mana ia mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024. Saat Perry Warjiyo mundur pada Juli kemarin, Destry langsung mengemban tanggung jawab sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI. Pengalaman ganda ini memberikan pemahaman mendalam bagi Destry mengenai kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Kebijakan Bulog dan Kenaikan Harga Gabah Pacu Semangat Petani Penajam Paser Utara

Proses pemilihan kini memasuki tahap krusial di parlemen setelah penyerahan berkas resmi. Melalui surat presiden yang diserahkan pada 10 Agustus 2026 tersebut, pemerintah tidak hanya mengusulkan nama Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif. Bersamaan dengan usulan tersebut, pemerintah juga menyerahkan satu nama calon Deputi Gubernur Senior serta satu nama calon Deputi Gubernur kepada DPR untuk menjalani proses seleksi berikutnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Masyarakat kini menunggu kelanjutan proses uji kelayakan dan kepatutan yang akan diselenggarakan oleh DPR untuk menentukan arah kebijakan moneter Indonesia di bawah kepemimpinan baru.






