Peta kepemimpinan di Bank Indonesia kini tengah memasuki babak baru yang sangat penting setelah mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya. Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut, posisi tertinggi di bank sentral untuk sementara waktu diisi oleh Destry Damayanti yang bertindak sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia. Dalam perkembangan terbaru mengenai kepemimpinan definitif, Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi mengirimkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait calon Gubernur Bank Indonesia. Langkah ini menandai dimulainya proses seleksi resmi untuk menentukan siapa yang akan memimpin lembaga moneter tertinggi di tanah air tersebut secara definitif.
Kepastian mengenai nama yang diusulkan dalam surat tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Saat memberikan keterangan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (10/8/2026), Prasetyo Hadi menegaskan bahwa nama yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia adalah Destry Damayanti. Dengan konfirmasi ini, spekulasi mengenai siapa saja tokoh yang diusulkan oleh pihak istana terjawab, dan proses kini beralih sepenuhnya ke tangan legislatif untuk dilakukan peninjauan lebih lanjut.
Penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, termasuk dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto. Airlangga memberikan komentar terkait keputusan untuk mengusulkan Destry sebagai calon tunggal Gubernur definitif Bank Indonesia. Menurut Airlangga, Destry Damayanti merupakan sosok kandidat yang paling cocok dan tepat untuk mengemban amanat sebagai Gubernur definitif. Penilaian tersebut didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan Destry yang dinilai sangat mumpuni dan berpengalaman di bank sentral.
SNLIK 2026, 87,53 Persen Pemilik Asuransi Non-BPJS Belum Tahu Polisnya Dijamin

Airlangga Hartanto menjelaskan lebih detail bahwa Destry Damayanti sudah cukup lama mengabdi di Bank Indonesia, di mana ia telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia selama lebih dari satu periode. Pengalaman panjang ini dinilai menjadi modal yang sangat kuat untuk memimpin institusi tersebut. Selain faktor pengalaman yang luas, Airlangga juga menyoroti aspek komunikasi Destry. Menurutnya, selama menjalankan tugasnya di bank sentral, Destry terbukti mampu menjaga dan membangun komunikasi yang sangat baik di dalam internal Bank Indonesia, yang merupakan kunci penting untuk menjaga stabilitas organisasi.
Proses pengusulan ini tidak hanya mencakup posisi gubernur saja. Surat yang dikirimkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada DPR tersebut juga mencantumkan nama-nama calon untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Dengan demikian, DPR memiliki tugas untuk memproses pengajuan kepemimpinan ini secara menyeluruh. Terkait dengan kelanjutan proses seleksi ini di parlemen, Airlangga Hartanto menyatakan bahwa dirinya tetap menunggu hasil dari uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang nantinya akan diselenggarakan oleh DPR terhadap calon yang telah diajukan.
OJK Kaji Skema Wakaf Saham Masjid Istiqlal di Ekosistem Pasar Modal

Masyarakat dan pelaku ekonomi kini dapat memantau bagaimana mekanisme penentuan kepemimpinan definitif di Bank Indonesia ini berjalan. Proses ini sangat penting karena kebijakan Bank Indonesia akan memengaruhi arah perekonomian nasional ke depan. Tahapan berikutnya yang patut diikuti adalah bagaimana DPR merespons surat Presiden dan melaksanakan fit and proper test terhadap Destry Damayanti serta calon Deputi Gubernur Senior lainnya sebelum akhirnya menetapkan Gubernur Bank Indonesia yang definitif.






