goklik.id
BerandaEkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Udang Indonesia, Mengejar Tonase atau Efisiensi?

Ding BalangDiterbitkan 12 Agu 2026 - 06.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Udang Indonesia, Mengejar Tonase atau Efisiensi?
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Ekspor udang Indonesia sepanjang tahun 2025 mencatatkan nilai sebesar US$1,87 miliar. Angka ini menyumbang sekitar 29,8% dari total nilai ekspor produk perikanan Indonesia yang secara keseluruhan mencapai US$6,27 miliar. Di tengah persaingan global, Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor perikanan terbesar bagi Indonesia dengan nilai mencapai US$1,99 miliar. Meskipun kontribusi sektor ini sangat signifikan bagi perekonomian nasional, industri udang tanah air dihadapkan pada tantangan besar dari negara kompetitor yang terus meningkatkan efisiensi dan volume produksi mereka.

Sebagai perbandingan, perkembangan ekspor udang Ekuador menunjukkan akselerasi yang sangat pesat. Pada tahun 2025, volume ekspor udang Ekuador berhasil mencapai sekitar 1,39 juta ton dengan nilai penjualan mencapai US$7,48 miliar. Pencapaian tersebut mencerminkan peningkatan volume sekitar 15% dan peningkatan nilai sebesar 23% dibandingkan dengan tahun 2024. Selain itu, volume ekspor udang Ekuador ke Amerika Serikat juga mengalami lonjakan sebesar 26% pada tahun 2025. Keberhasilan Ekuador ini ditopang oleh biaya produksi yang sangat efisien, yang berada pada kisaran US$2,2 hingga US$2,4 per kilogram berdasarkan data pembanding.

Di sisi lain, produsen udang di Asia seperti Vietnam harus menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi, yakni diperkirakan sekitar US$3,5 hingga US$4,2 per kilogram. Untuk mengejar ketertinggalan volume, pelaku usaha budidaya di Indonesia sering menerapkan sistem budidaya intensif. Kepadatan tebar pada sistem intensif di Indonesia dapat mencapai ratusan ekor per meter persegi. Merujuk pada hasil studi yang dilakukan oleh Ritonga dkk. pada tahun 2024, kepadatan tebar untuk kategori intensif terpantau berada pada kisaran 172 hingga 177 ekor per meter persegi. Kepadatan yang tinggi ini memang dirancang untuk mengejar tonase produksi yang besar, namun sekaligus membawa risiko operasional yang tinggi.

Baca Juga

Spesifikasi Smart #2, Mobil Listrik Ringkas Hasil Kolaborasi Geely dan Mercedes-Benz

Spesifikasi Smart #2, Mobil Listrik Ringkas Hasil Kolaborasi Geely dan Mercedes-Benz

Tantangan utama dari tingginya kepadatan tebar ini adalah pengelolaan pakan yang efisien. Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya udang. Sebagai gambaran perhitungan logis, dengan asumsi harga pakan sebesar Rp15.500 per kilogram, nilai Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 1,50 berarti pembudidaya membutuhkan biaya pakan sekitar Rp23.250 untuk menghasilkan satu kilogram udang. Angka ini menunjukkan betapa besarnya ketergantungan biaya produksi pada tingkat efisiensi pemberian pakan di tambak.

Apabila pembudidaya mampu mengoptimalkan manajemen pakan sehingga nilai FCR dapat diturunkan menjadi 1,30, maka biaya pakan yang dibutuhkan akan turun menjadi Rp20.150 per kilogram. Perbaikan nilai FCR dari 1,50 menjadi 1,30 ini memberikan dampak keuangan yang sangat signifikan bagi skala industri. Pada tingkat produksi sebesar 25 ton per hektare untuk setiap siklusnya, penurunan FCR tersebut secara teoritis memberikan penghematan biaya produksi sekitar Rp77,5 juta per hektare untuk setiap siklus budidaya.

Baca Juga

Cara Memantau Ulasan IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah di CNBC Indonesia

Cara Memantau Ulasan IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah di CNBC Indonesia

Dengan melihat perbandingan biaya produksi global dan potensi penghematan dari pengelolaan pakan, industri udang Indonesia kini berada di persimpangan jalan. Fokus yang berlebihan pada pengejaran tonase semata tanpa diimbangi dengan efisiensi pakan dan pengelolaan kepadatan tebar berisiko menurunkan daya saing di pasar internasional. Sebaliknya, langkah taktis yang mengutamakan efisiensi biaya dapat menjadi kunci utama agar udang Indonesia tetap kompetitif menghadapi penetrasi pasar dari negara produsen berbiaya rendah seperti Ekuador.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Capaian Kinerja BUMN di Bawah Danantara, Peningkatan Laba di Berbagai SektorUsulan Sistem Pemilu 2029 Partai Hanura, Gabungan Proporsional Terbuka dan TertutupTantangan Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Minuman Keras di Konser Musik Jakarta Tuai KecamanSpesifikasi Smart #2, Mobil Listrik Ringkas Hasil Kolaborasi Geely dan Mercedes-BenzCara Memantau Ulasan IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah di CNBC IndonesiaPelajaran Mendalam Memerlukan Keseriusan Guru dalam MengajarPrakiraan Cuaca Jakarta Rabu, Didominasi Cerah dengan Suhu Mencapai 35 Derajat CelsiusSinergi BPJS Kesehatan dan Keuskupan Agung Jakarta dalam Meningkatkan Literasi JKN

Paling Banyak Dibaca

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

Nasional

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

11 Agu 2026

Alasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy

Nasional

Alasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy

8 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka KeluargaNasional 路 11 Agu 2026
  5. 5Alasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab TeddyNasional 路 8 Agu 2026
goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap