Peristiwa tabrak lari yang terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Minggu (9/8) telah merenggut nyawa Aiptu Asep Suhara, seorang anggota Satuan Samapta Polrestabes Bandung. Kejadian tragis ini berlangsung saat korban tengah menjalankan tugas dinasnya di jalanan kota. Kepergian sang polisi tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi institusi kepolisian, tetapi juga bagi pihak keluarga serta para tokoh daerah, termasuk Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut ini terjadi setelah Aiptu Asep menyelesaikan kegiatan operasi gabungan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sekitar pukul 04.00 WIB. Korban yang saat itu sedang berkendara seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D-3649-ADV juga diketahui memiliki jadwal tugas jaga di Bank Panin Banceuy. Menurut keterangan yang diterima pihak keluarga, Aiptu Asep ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil yang melaju sangat cepat. Benturan keras tersebut membuat tubuhnya terlempar sejauh kurang lebih 8 meter, sebelum akhirnya terseret sejauh 30 meter karena mobil pelaku kembali tancap gas melarikan diri.
Pendaftaran Upacara HUT RI 2026 di Istana Merdeka Buka Hari Ini

Penyelidikan awal melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dirilis oleh pihak kepolisian memperlihatkan bahwa pelaku menggunakan mobil sedan berwarna hitam. Di dalam kendaraan roda empat tersebut, terdapat empat orang penumpang yang diduga masih berusia remaja, terdiri atas dua pria dan dua wanita. Pengemudi mobil sedan hitam itu diduga langsung memacu kendaraannya pergi meninggalkan tempat kejadian perkara tanpa memberikan pertolongan pertama kepada korban yang tergeletak di jalan.
Di balik kedukaan ini, istri almarhum, Eka Yulianti (36), membagikan cerita mengenai komunikasi terakhir dan rencana keluarga yang kini tidak bisa terwujud. Eka menyebutkan bahwa dirinya terakhir kali berkomunikasi dengan sang suami pada malam sebelum kejadian, tepatnya sekitar pukul 23.00 WIB. Kabar duka mengenai kecelakaan tersebut baru diterimanya pada hari Minggu (9/8) sekitar pukul 04.30 WIB melalui sang ayah, yang sebelumnya dihubungi oleh petugas Bhabinkamtibmas setempat. Kepergian Aiptu Asep menyisakan duka bagi istri dan empat orang anak mereka鈥攖iga laki-laki dan satu perempuan鈥攜ang masing-masing berusia 23 tahun, 17 tahun (kelas 11 SMA), 13 tahun (kelas 7 SMP), dan si bungsu yang masih duduk di kelas 2 SD. Keluarga juga mengungkap rencana yang batal terlaksana, di mana almarhum sedianya akan mengantarkan anak kedua mereka pergi ke Persik Kediri pada hari Selasa.
Langkah-langkah Pemerintah Hadapi Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

Rasa belasungkawa mengalir deras ke rumah duka yang berlokasi di Gang Gumuruh 4, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) secara langsung mendatangi kediaman keluarga korban untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Momen kunjungan takziah tersebut didokumentasikan dan diunggah melalui saluran YouTube pribadi milik Dedi Mulyadi. Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto beserta jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat turut menyampaikan duka cita atas gugurnya salah satu anggota terbaik mereka saat bertugas. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang berada di dalam mobil sedan hitam tersebut.






