Kolaborasi global antara produsen otomotif Geely dan Mercedes-Benz kembali melahirkan inovasi baru di pasar kendaraan listrik melalui kehadiran Smart #2. Mobil listrik ringkas ini dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan yang dinamis. Sebelum spesifikasi resminya terungkap sepenuhnya ke publik, kendaraan ramah lingkungan ini telah diperkenalkan terlebih dahulu kepada khalayak dalam ajang pameran otomotif Beijing Auto Show 2026. Kehadiran model ini menarik perhatian karena menawarkan konsep mobil dua penumpang dengan panjang bodi keseluruhan kurang dari 2,8 meter.
Dimensi fisik yang sangat ringkas menjadi daya tarik utama dari Smart #2, terutama saat disandingkan dengan mobil listrik perkotaan lainnya seperti Wuling Air ev. Berdasarkan data teknis, Smart #2 memiliki pilihan panjang bodi 2.751 mm atau 2.764 mm, lebar 1.669 mm, tinggi 1.555 mm, serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase sepanjang 1.875 mm. Sebagai perbandingan, Wuling Air ev memiliki ukuran panjang bodi mencapai 2.974 mm, yang berarti Smart #2 memiliki ukuran sekitar 210 mm lebih pendek. Selain itu, perbedaan juga terlihat pada jarak sumbu roda di mana wheelbase Smart #2 yang sepanjang 1.875 mm tercatat lebih pendek 135 mm jika dibandingkan dengan wheelbase Wuling Air ev yang memiliki ukuran 2.010 mm.
Udang Indonesia, Mengejar Tonase atau Efisiensi?

Rincian mengenai spesifikasi teknis dari mobil listrik mungil ini mulai terungkap secara jelas setelah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China merilis dokumen regulasi kendaraan terbaru. Untuk sektor dapur pacu, Smart #2 dipersenjatai dengan motor listrik yang mampu menghasilkan daya sebesar 60 kW atau setara dengan sekitar 80 hp. Tenaga dari motor listrik tersebut disokong oleh baterai dengan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP). Dalam proses produksinya, sel baterai LFP yang digunakan pada mobil ini diproduksi oleh perusahaan CATL, sedangkan untuk proses perakitan baterainya dilakukan secara langsung oleh pihak Geely.
Mengenai kapasitas penyimpanan energinya, laporan yang dirilis oleh Car News China menyebutkan bahwa Smart #2 dibekali dengan baterai berkapasitas 35,7 kWh. Dengan dukungan baterai tersebut, mobil listrik ringkas ini diklaim memiliki daya jelajah yang mampu mencapai hingga 300 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP. Jarak tempuh ini dinilai memadai untuk mendukung aktivitas harian di dalam area perkotaan. Dari sisi performa berkendara, kendaraan yang memiliki bobot kosong seberat 1.130 kg ini dapat dipacu di jalan raya hingga mencapai kecepatan maksimal 140 km/jam.
Persiapan Regulasi Zero ODOL 2027, Korlantas Polri Upayakan Distribusi Bahan Pokok Tetap Aman

Selain spesifikasi performa dan dimensi bodi, dokumen regulasi resmi tersebut juga memuat beberapa fitur keselamatan serta kelengkapan berkendara lainnya yang disematkan pada Smart #2. Mobil listrik hasil kolaborasi Geely dan Mercedes-Benz ini telah dilengkapi dengan sistem pengereman ABS serta Event Data Recorder (EDR) sebagai standar keselamatan. Selain itu, tersedia pula sistem pembayaran tol elektronik atau Electronic Toll Collection (ETC) yang ditawarkan sebagai fitur opsional bagi para konsumen. Untuk menunjang kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan, produsen menyediakan beberapa pilihan ukuran ban yang dapat disesuaikan, yaitu ukuran 165/65R15 dan 185/60R15, serta opsi ukuran 185/50R16 dan 205/45R16.






