Industri ritel bahan bakar minyak di Indonesia bersiap menyambut perubahan kepemilikan yang signifikan dalam waktu dekat. SEFAS Group secara resmi mengumumkan rencana strategis mereka untuk mengakuisisi seluruh bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Shell di Indonesia. Langkah strategis ini akan terus dilanjutkan oleh SEFAS Group melalui proses akuisisi yang berjalan hingga perusahaan tersebut memperoleh kepemilikan penuh atas seluruh jaringan bisnis SPBU Shell yang ada di Indonesia. Akuisisi ini diharapkan dapat menandai babak baru bagi perkembangan lanskap ritel energi di tanah air.
Terkait dengan jadwal pelaksanaan aksi korporasi besar ini, penyelesaian transaksi akuisisi ditargetkan dapat berlangsung dan rampung sepenuhnya pada tahun ini. Meskipun demikian, pihak manajemen menjelaskan bahwa penyelesaian proses akuisisi ini masih bergantung pada beberapa tahapan formal. Transaksi tersebut saat ini masih dalam proses menunggu persetujuan dari pihak regulator yang berwenang serta pemenuhan persyaratan umum lainnya yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi bisnis ini secara sah.
Sebagai salah satu pelaku usaha di sektor energi nasional, SEFAS Group sebenarnya bukanlah nama yang asing bagi Shell di Indonesia. SEFAS merupakan mitra bisnis yang telah lama bekerja sama secara erat dengan Shell di Indonesia. Kerja sama yang telah terjalin lama ini diperkuat oleh posisi SEFAS yang saat ini berstatus sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia. Hubungan kemitraan yang kuat dan telah teruji ini menjadi landasan penting dalam proses transisi kepemilikan bisnis SPBU Shell kepada SEFAS Group.
Proyeksi Pergerakan IHSG Usai BI Pertahankan Suku Bunga di Level 5,75 Persen

CEO SEFAS Group, Ricky Roesli, menyampaikan bahwa akuisisi ini merupakan langkah penting bagi masa depan perusahaan. Dengan mengambil alih bisnis SPBU ini, SEFAS Group mengusung ambisi besar untuk membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling terpercaya dan juga berkelanjutan di Indonesia. Visi ini menjadi komitmen utama bagi SEFAS Group dalam mengelola dan mengembangkan seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar yang diakuisisi tersebut ke depannya.
Meskipun kepemilikan seluruh jaringan SPBU Shell di Indonesia akan beralih secara penuh kepada SEFAS Group, masyarakat dan pelanggan setia tidak akan kehilangan kehadiran merek Shell di jalan-jalan protokol. Pelanggan akan tetap melihat dan menemukan merek Shell di Indonesia. Keberadaan merek ini tetap dipertahankan melalui skema lisensi merek yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dalam transaksi akuisisi tersebut.
Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global Melemah, Bank Indonesia Proyeksikan Kondisi Domestik Tetap Kuat

Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, menjelaskan lebih lanjut mengenai penerapan skema lisensi merek tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan transisi berjalan dengan baik. Skema lisensi merek tersebut secara khusus ditujukan untuk menjaga kesinambungan layanan yang optimal bagi para pelanggan, kelangsungan kerja bagi karyawan, serta hubungan baik dengan para mitra bisnis selama fase pengembangan bisnis berikutnya di bawah kepemilikan SEFAS Group.






