Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen memberikan sentimen positif bagi pasar modal domestik. Seiring dengan langkah tersebut, IHSG diprediksi menguat usai BI pertahankan BI Rate 5,75 persen, dengan proyeksi pergerakan menuju level 6.554 hingga 6.616 pada pembukaan perdagangan hari Kamis (20/8). Kebijakan bank sentral ini dinilai memberikan kepastian bagi para pelaku pasar di tengah fluktuasi ekonomi global yang dinamis.
Kondisi ini menjadi angin segar setelah pada perdagangan hari Rabu (19/8) sebelumnya, indeks saham domestik mengalami tekanan. Pada hari tersebut, IHSG ditutup melemah 55,71 poin atau terkoreksi sekitar 0,87 persen ke level 6.394,13. Kendati demikian, koreksi ini dianggap sebagai siklus yang normal. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa volume perdagangan di bursa sebenarnya mulai mengalami penguatan. Ia menambahkan bahwa meskipun ada koreksi wajar, momentum bullish pada tren pergerakan IHSG masih tetap berlaku dan memiliki landasan yang kuat.
Prospek Pertumbuhan Ekonomi Global Melemah, Bank Indonesia Proyeksikan Kondisi Domestik Tetap Kuat

Dari sisi global, pergerakan indeks juga mendapatkan dorongan dari kebijakan moneter Amerika Serikat. US Treasury memutuskan untuk menggandakan ukuran buyback obligasi tenor panjang dari yang sebelumnya USD 2 miliar menjadi USD 4 miliar per operasi. Kebijakan baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 9 September mendatang. Dampak dari rencana aksi korporasi tersebut langsung terasa pada pasar obligasi. Yield US Treasury tenor 30 tahun mengalami penurunan sekitar 9,9 basis poin menjadi 5,186 persen. Penurunan ini terjadi setelah yield sempat melonjak hingga menyentuh 5,337 persen, yang mencatatkan level tertinggi sejak Juni 2007.
Guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia tidak hanya menahan BI Rate di angka 5,75 persen. Bank sentral juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai kebijakan strategis lainnya. Fokus BI ke depan mencakup langkah-langkah aktif untuk menarik modal asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri. Selain itu, otoritas moneter akan berupaya meningkatkan likuiditas serta memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing (valas), sehingga pasar keuangan Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap ketidakpastian global.
Strategi dan Prinsip Warren Buffett dalam Membangun Kekayaan

Kendati proyeksi mayoritas menunjukkan arah penguatan, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi dinamika pergerakan indeks yang bervariasi. MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG pada perdagangan hari Kamis (20/8) memiliki peluang untuk menguat ke level 6.512 hingga 6.544. Namun, terdapat pula skenario pelemahan ke rentang level 6.056 hingga 6.230 jika tekanan pasar meningkat. Untuk menyikapi pergerakan ini, MNC Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti ASII, ENRG, ICBP, dan MEDC. Di pihak lain, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi alternatif dengan menyarankan saham ARKO, CBRE, dan PWON bagi para investor yang ingin memanfaatkan momentum pasar saat ini.






