Sebuah rekaman video yang memperlihatkan terjadinya peristiwa longsor di kawasan Gunung Ranaka, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat beredar luas dan menjadi perbincangan di media sosial. Di dalam video yang beredar tersebut, terlihat momen yang direkam oleh seorang pengendara yang tengah melintas. Pengendara tersebut merekam detik-detik saat material longsor tampak bergerak turun menuruni lereng gunung. Keberadaan rekaman video ini langsung memicu perhatian publik dan menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai kondisi terkini di wilayah tersebut.
Menanggapi keresahan dan perbincangan hangat di tengah masyarakat, Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit akhirnya memberikan penjelasan resmi. Bupati Herybertus membenarkan bahwa peristiwa longsor sebagaimana yang terlihat dalam video viral tersebut memang benar-benar terjadi di lapangan. Kendati demikian, ia segera memberikan klarifikasi penting untuk meluruskan asumsi yang berkembang di kalangan masyarakat luas mengenai penyebab utama dari peristiwa alam tersebut.
Bupati Manggarai menegaskan bahwa peristiwa yang terekam dalam video tersebut murni merupakan kejadian tanah longsor biasa. Herybertus menekankan bahwa bencana longsor tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh adanya aktivitas vulkanik dari gunung berapi. Ia juga memastikan dan menegaskan kembali kepada publik bahwa hingga saat ini tidak ada aktivitas letusan atau erupsi yang terjadi pada Gunung Ranaka. Dengan adanya konfirmasi ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik terhadap isu-isu aktivitas vulkanik di gunung tersebut.
Target 55 Persen Warga Jakarta Menggunakan Transportasi Umum pada 2045

Selain penjelasan dari pihak pemerintah daerah, pihak kepolisian setempat juga turut memberikan keterangan untuk memperjelas situasi geografis kejadian tersebut. Kepala Seksi Humas Polres Manggarai, Gusti Putu Saba Nugraha, menjelaskan secara rinci mengenai lokasi titik longsor yang sebenarnya. Berdasarkan keterangan dari Polres Manggarai, musibah longsor tersebut nyatanya tidak terjadi secara langsung di tubuh Gunung Ranaka, melainkan di area perbukitan yang terletak di sekitarnya.
Lebih lanjut, Gusti Putu Saba Nugraha menerangkan bahwa lokasi persis dari peristiwa longsor tersebut berada di bukit Wae Reno. Bukit Wae Reno sendiri merupakan sebuah kawasan perbukitan yang terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Penjelasan mengenai lokasi spesifik di bukit Wae Reno ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman informasi yang menyebutkan bahwa longsor terjadi langsung di Gunung Ranaka.
Cara Memantau Kondisi dan Membantu Korban Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Terkait dengan dampak keselamatan terhadap masyarakat sekitar, pihak Polres Manggarai juga memberikan estimasi awal mengenai situasi di lapangan. Gusti Putu Saba Nugraha memperkirakan bahwa tidak ada warga atau penduduk setempat yang terdampak secara langsung oleh kejadian longsor di bukit Wae Reno tersebut. Hal ini dikarenakan posisi bukit yang mengalami longsoran material tersebut terletak sangat jauh dari area permukiman atau tempat tinggal warga, sehingga situasi dinilai relatif aman dari ancaman korban jiwa.






