Industri emas nasional mencatatkan sejarah baru dengan resmi dibentuknya asosiasi pelaku bullion nasional yang bernama Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Peresmian resmi dari asosiasi ini diselenggarakan di BSI Tower pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Acara peresmian tersebut berlangsung khidmat dan menandai langkah awal kolaborasi yang lebih terintegrasi bagi para pelaku industri bullion di tanah air. Dengan berdirinya asosiasi ini, para pelaku pasar emas di Indonesia kini memiliki wadah resmi untuk saling berkoordinasi dan memperkuat ekosistem emas secara menyeluruh.
Dalam acara peresmiannya, IBMA secara resmi mengusung sebuah tema besar, yaitu 'Uniting the Industry, Shaping Indonesia Bullion Market'. Tema ini mencerminkan semangat persatuan dan visi bersama untuk membangun serta membentuk pasar bullion Indonesia yang solid. Secara garis besar, IBMA dibentuk untuk menjadi sebuah wadah koordinasi bagi para pelaku ekosistem emas nasional. Tidak hanya sebagai wadah koordinasi bagi pihak internal industri, asosiasi ini juga diproyeksikan untuk menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan terkait industri emas dan bullion di masa mendatang.
Lebih lanjut, IBMA memiliki beberapa peran dan tujuan utama dalam menjalankan organisasinya. Asosiasi ini bertujuan untuk bertindak sebagai jembatan penghubung yang efektif antara para pelaku industri emas dengan pihak regulator. Selain itu, IBMA akan berfungsi sebagai wadah untuk mengumpulkan dan menampung aspirasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem ini. Asosiasi ini juga menyediakan forum kolaborasi bagi anggotanya serta berkomitmen untuk memberikan masukan-masukan yang konstruktif dan berharga kepada regulator guna mendukung perkembangan pasar bullion nasional yang sehat dan teratur.
Target 55 Persen Warga Jakarta Menggunakan Transportasi Umum pada 2045

Pembentukan IBMA sendiri diinisiasi oleh 11 perusahaan pendiri (founder) yang memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan industri ini. Kesebelas perusahaan pendiri tersebut tidak hanya berasal dari satu bidang saja, melainkan mencakup berbagai sektor penting yang saling berkaitan dalam ekosistem emas nasional. Sektor-sektor tersebut meliputi sektor pertambangan, jasa keuangan, refinery (pemurnian) dan manufaktur, sektor ritel, hingga berbagai sektor pendukung lainnya. Kehadiran para pendiri dari lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam memperkokoh struktur pasar bullion di Indonesia.
Untuk menjalankan roda organisasi dengan baik, IBMA telah menyusun struktur kepengurusan yang solid. Posisi Ketua Umum IBMA dijabat oleh Selfie Dewiyanti. Dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya, Selfie Dewiyanti akan didampingi oleh dua wakil ketua umum. Posisi Wakil Ketua Umum I IBMA diisi oleh Nursalam yang berasal dari ICDX. Sementara itu, posisi Wakil Ketua Umum II dipercayakan kepada David Maksud dari BRINKS. Kolaborasi di jajaran pengurus harian ini diharapkan mampu mengarahkan asosiasi dalam mencapai tujuan-tujuan strategisnya.
Selain jajaran pengurus harian, struktur kepemimpinan IBMA juga diperkuat oleh keberadaan Dewan Pengawas. Jabatan Ketua Dewan Pengawas IBMA diisi oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo. Peran Dewan Pengawas ini sangat penting dalam memberikan arahan strategis, pengawasan, serta memastikan jalannya roda organisasi agar tetap berjalan sesuai dengan tujuan pembentukan asosiasi.
Rencana Buyback Saham PT Bangun Kosambi Tbk Senilai Rp250 Miliar

Adapun posisi anggota Dewan Pengawas IBMA diisi oleh sejumlah tokoh penting yang merepresentasikan berbagai sektor industri emas nasional. Para anggota Dewan Pengawas tersebut terdiri dari Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan, Direktur Amman Mineral Internasional Driya Amandita, Presiden Direktur UBS Gold Edi Yahya, dan Handi Irawan dari Laku Emas. Kehadiran para tokoh terkemuka ini mempertegas komitmen bersama untuk memajukan industri bullion di tanah air.
Dengan adanya kerja sama yang erat antara pengurus harian, dewan pengawas, serta dukungan dari 11 perusahaan pendiri yang mencakup sektor pertambangan, jasa keuangan, refinery dan manufaktur, ritel, hingga sektor pendukung, IBMA siap melangkah sebagai wadah kolaborasi. Asosiasi ini diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus jembatan yang menghubungkan aspirasi para pelaku industri dengan regulator demi kemajuan ekosistem emas nasional.






