Upaya pengembangan sektor pariwisata berbasis alam dan kearifan lokal tengah gencar dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Desa Tambakmekar yang terletak di wilayah Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Desa Tambakmekar berupaya mengoptimalkan potensi wisata yang dimilikinya melalui penyelenggaraan sebuah acara budaya yang dinamakan Festival Pinus Kujang 2026. Kegiatan festival pariwisata ini diselenggarakan secara langsung di kawasan wisata Timman Hill. Acara tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut, yaitu mulai tanggal 1 Agustus hingga 2 Agustus 2026.
Festival Pinus Kujang 2026 dirancang secara khusus untuk menggabungkan berbagai potensi lokal yang dimiliki oleh desa tersebut. Festival ini menyatukan keindahan alam, kesenian tradisional, kebudayaan daerah, wisata kuliner khas, hingga berbagai macam permainan tradisional. Untuk mengarahkan jalannya kegiatan, ditunjuklah Deden Rizal R yang bertindak sebagai Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Di bawah kepemimpinannya, festival ini mengusung tema utama yang sangat erat dengan pelestarian budaya lokal, yaitu "Mulasara Potensi Alam, Kesenian, Budaya, Kuliner, dan Permainan Tradisional". Tema ini menjadi landasan penting dalam mengemas seluruh rangkaian acara agar selaras dengan upaya perlindungan nilai-nilai kearifan lokal.
Tantangan Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Minuman Keras di Konser Musik Jakarta Tuai Kecaman

Penyelenggaraan Festival Pinus Kujang 2026 ini bukan sekadar acara hiburan semata, melainkan juga merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah. Program ini berhasil mendapatkan dukungan pendanaan langsung pada tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam menyukseskan program pengabdian ini juga sangat kuat. Hal ini terlihat dengan adanya dukungan penuh dari Didin Saepudin selaku Rektor Universitas Sangga Buana YPKP, serta Nenny Hendajany yang menjabat sebagai Direktur LPPM Universitas Sangga Buana. Kolaborasi akademis ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam mengembangkan potensi pariwisatanya secara terstruktur.
Salah satu daya tarik utama yang disajikan dalam Festival Pinus Kujang 2026 adalah penampilan beragam kesenian tradisional khas dari Kabupaten Subang. Para pengunjung yang hadir disuguhi pertunjukan seni yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, seperti atraksi Sisingaan, kesenian Singa Abrug, alunan musik angklung, tari jaipong, serta seni bela diri pencak silat. Pertunjukan Singa Abrug menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian penonton. Keunikan dari pertunjukan Singa Abrug ini terletak pada penggunaan properti pertunjukan yang dibuat secara kreatif menggunakan bahan-bahan alami hasil hutan setempat, seperti bunga rotan, daun pinus, dan juga daun nanas.
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu, Didominasi Cerah dengan Suhu Mencapai 35 Derajat Celsius

Selain kesenian dan keindahan alam, aspek kuliner juga menjadi pilar penting yang dikembangkan di Desa Tambakmekar. Dalam proses pengembangan kuliner lokal ini, masyarakat desa mendapatkan pendampingan langsung dari Dewi Turgarini, seorang pakar gastronomi terkemuka dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Melalui pendampingan ini, desa berhasil mempromosikan berbagai produk kuliner khas yang menjadi kebanggaan daerah. Di antara produk kuliner lokal yang disajikan kepada para pengunjung festival adalah ikan lemeng, aneka olahan jamur, wajit nanas, serta karedok. Kehadiran kuliner khas ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata kuliner Desa Tambakmekar bagi para wisatawan.






