goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Berita Umum

Pedestrian Deck Dukuh Atas Dibangun untuk Mempersingkat Waktu Tempuh Antarmoda

Yohanes IpoiDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pedestrian Deck Dukuh Atas Dibangun untuk Mempersingkat Waktu Tempuh Antarmoda
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

PT MRT Jakarta saat ini tengah membangun infrastruktur baru berupa Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Jakarta. Pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk memangkas waktu tempuh perjalanan bagi para pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Kawasan Dukuh Atas sendiri merupakan simpul penting bagi berbagai moda transportasi publik yang beroperasi di ibu kota. Saat ini, kawasan tersebut melayani integrasi berbagai sistem transportasi massal, yang mencakup MRT, KRL Commuter Line, Transjakarta, LRT Jabodebek, hingga LRT Jakarta. Kehadiran infrastruktur penyeberangan ini diharapkan dapat membuat akses antarmoda di lokasi tersebut menjadi jauh lebih ringkas dan efisien bagi masyarakat.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Pembangunan fasilitas ini dilatarbelakangi oleh kondisi kawasan Dukuh Atas yang saat ini masih terfragmentasi menjadi empat kuadran. Kondisi tata ruang yang terpisah tersebut membuat konektivitas antarkawasan bagi pejalan kaki dinilai belum optimal. Pejalan kaki yang ingin berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain di Dukuh Atas saat ini masih harus turun ke permukaan jalan dan memutar cukup jauh. Hal ini membuat perjalanan perpindahan antarmoda menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang khusus untuk menghubungkan keempat kawasan yang terfragmentasi tersebut sekaligus mempermudah pergerakan para komuter.

Secara fisik, infrastruktur penyeberangan ini dirancang dengan bentuk melingkar atau menyerupai cincin. Fasilitas pejalan kaki tersebut akan memiliki dimensi berupa diameter sekitar 118 meter dan lebar jalur kurang lebih 12 meter. Dengan desain sirkular ini, infrastruktur berbentuk cincin tersebut diproyeksikan akan membuat proses perpindahan antarmoda menjadi lebih cepat dan langsung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan target penyelesaian proyek ini. Berdasarkan rencana yang ada, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2028 mendatang.

Baca Juga

Mendagri Tito Karnavian Lapor Presiden Prabowo Terkait Maraknya Kepala Daerah Terjerat OTT KPK

Mendagri Tito Karnavian Lapor Presiden Prabowo Terkait Maraknya Kepala Daerah Terjerat OTT KPK

Rencana pembangunan ini didukung oleh kajian teknis yang mengukur efisiensi waktu perjalanan masyarakat. Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan, menyampaikan bahwa hasil kajian yang dilakukan bersama konsultan menunjukkan keberadaan pedestrian deck akan secara nyata mengurangi durasi perjalanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Dukuh Atas. Berdasarkan hasil studi tersebut, sebagian besar rute perpindahan antarmoda di area ini berpotensi memangkas waktu tempuh sekitar dua hingga tiga menit. Pengurangan waktu ini diharapkan dapat membuat perjalanan pejalan kaki maupun pengguna transportasi umum menjadi lebih nyaman saat berpindah moda transportasi.

Efisiensi waktu tempuh yang paling signifikan diperkirakan akan terjadi pada rute perjalanan dari kawasan Gedung Landmark menuju Shangri-La. Saat ini, para pejalan kaki yang melintasi rute tersebut harus menghadapi jalur yang kurang praktis, di mana mereka harus turun ke bawah, memutar arah, hingga harus kembali naik untuk mencapai tujuan akhir. Dengan beroperasinya fasilitas pedestrian deck yang baru nanti, rute tersebut akan menjadi jauh lebih praktis dan langsung. Fasilitas ini diestimasikan mampu menghemat waktu tempuh sekitar empat hingga lima menit khusus untuk rute dari kawasan Gedung Landmark menuju Shangri-La.

Baca Juga

Istana Tanggapi Survei SMRC Terkait Penurunan Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Istana Tanggapi Survei SMRC Terkait Penurunan Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Selain memangkas waktu tempuh, infrastruktur ini juga dirancang untuk merespons kendala cuaca yang kerap dihadapi komuter. Agus Trihan menyoroti bahwa kondisi panas atau hujan sering kali menjadi hambatan saat berpindah moda transportasi. Dengan adanya fasilitas penyeberangan yang memadai, perjalanan diharapkan menjadi lebih nyaman dan menarik, sehingga masyarakat tidak kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi. Keberadaan struktur penghubung ini diharapkan dapat menjadi katalis yang mendorong pengembangan transportasi publik di sekitar kawasan agar menjadi lebih terintegrasi tanpa hambatan. Hal ini disampaikan Agus dalam kegiatan MRTJ Fellowship Program pada tanggal 30 Juli 2026 di Jakarta.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Dukuh AtasPedestrian Deck Dukuh AtasTransportasi PublikPemprov DKI JakartaPT MRT Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Pengadaan Tiga Kapal Penumpang Baru PT PELNI Senilai Rp4,5 TriliunLangkah Malaysia Kian Dekat Menuju Status Negara MajuKasus Dugaan Penipuan Beras Premium, Standar Mutu, Selisih Harga, dan Perhitungan KerugianIsu Reshuffle Kabinet di Awal Agustus, Penjelasan Mensesneg dan Daftar Posisi KosongMemahami Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dan Peran Nurman HerinKebakaran Hutan di Pulau Kreta Memaksa Ratusan Warga dan Wisatawan DievakuasiInformasi Lengkap Persiapan Banyuasin sebagai Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026Ketentuan Pembangunan di Kawasan Batur Kintamani dan Pentingnya Koordinasi Adat

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap