Kebakaran hutan yang dahsyat melanda wilayah Pulau Kreta, Yunani, dan menciptakan situasi darurat yang memaksa ratusan wisatawan serta warga setempat untuk segera dievakuasi dari sejumlah kawasan wisata. Peristiwa memilukan ini mencapai puncaknya pada Kamis, 30 Juli 2026, ketika kobaran api semakin tidak terkendali. Angin kencang yang melanda kawasan tersebut memperburuk keadaan dan membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang bagi para petugas di lapangan. Bencana ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga merusak berbagai lanskap penting di pulau yang menjadi salah satu destinasi pariwisata di Yunani tersebut.
Merespons ancaman yang semakin mendekat, pihak berwenang segera melancarkan operasi penyelamatan berskala besar. Ratusan orang dievakuasi secara darurat dari sembilan permukiman dan desa yang tersebar di wilayah Rethymno. Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah Agia Galini, sebuah destinasi wisata populer yang saat itu tengah dipadati oleh para pelancong. Untuk memastikan keselamatan seluruh warga dan turis, proses evakuasi dilakukan melalui berbagai jalur. Petugas mengerahkan kapal-kapal penjaga pantai untuk mengevakuasi korban melalui jalur laut, sementara berbagai kendaraan darat digunakan untuk mengangkut mereka yang masih bisa diakses melalui jalan raya menuju tempat yang lebih aman.








