Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai adanya perusahaan penggilingan padi yang diduga meraup dana hingga Rp2 triliun per bulan sempat memicu diskusi hangat di tengah masyarakat. Untuk meluruskan polemik tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan klarifikasi resmi pada Kamis (30/7). Ia menegaskan bahwa angka yang beredar sama sekali bukan menggambarkan keuntungan normal dari kegiatan usaha penggilingan padi. Nilai tersebut merupakan estimasi dugaan penipuan terhadap konsumen melalui praktik penjualan beras premium








