goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Lemahnya Literasi Media Sosial di Balik Sikap Nirempati Tenaga Kesehatan

Agus KusumaDiterbitkan 5 Agu 2026 - 13.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Lemahnya Literasi Media Sosial di Balik Sikap Nirempati Tenaga Kesehatan
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kasus nirempati yang melibatkan sejumlah tenaga kesehatan di media sosial belakangan ini memicu keprihatinan mendalam di tengah masyarakat Indonesia. Peristiwa ini bermula ketika komentar-komentar dari oknum tenaga kesehatan mendadak viral karena dinilai sangat tidak berempati terhadap keluhan yang sempat dibagikan oleh seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya. Respons negatif di jagat maya tersebut tidak hanya melukai perasaan keluarga mendiang, tetapi juga memicu perdebatan luas mengenai etika profesi medis di era digital.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai dinamika sosial dan regulasi di balik peristiwa ini, berikut adalah rangkuman tanya jawab yang mengulas berbagai sudut pandang ahli serta langkah resmi dari otoritas terkait.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Bagaimana sikap resmi Kementerian Kesehatan RI terhadap tindakan para tenaga kesehatan tersebut?

Kementerian Kesehatan RI melalui Kepala Biro Komunikasi Aji Muhawarman menyampaikan penyesalan yang mendalam atas beredarnya komentar-komentar yang tidak pantas tersebut. Pemerintah sangat menyayangkan sikap sebagian tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terkesan tidak peka dan nirempati terhadap penderitaan pasien maupun keluarga yang ditinggalkan. Sebagai respons cepat, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk dugaan pelanggaran etik atau disiplin profesi ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengapa tenaga profesional seperti nakes bisa bersikap tidak berempati di ruang digital?

Baca Juga

Aceh Barat Usulkan Pembangunan Tiga Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP

Aceh Barat Usulkan Pembangunan Tiga Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP

Menurut penjelasan Farabi Ferdiansah, seorang dosen dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, fenomena ini berkaitan erat dengan Online Disinhibition Effect. Istilah psikologi komunikasi ini menggambarkan suatu kondisi ketika seseorang menjadi jauh lebih berani dalam mengekspresikan emosi, kemarahan, atau pendapat pribadi di media sosial dibandingkan saat mereka harus berinteraksi secara tatap muka langsung di dunia nyata. Hilangnya sekat fisik membuat sebagian orang kerap melupakan etika profesi yang melekat pada diri mereka.

Bagaimana para ahli komunikasi digital menilai cara masyarakat kita menggunakan media sosial?

Praktisi sekaligus Akademisi Komunikasi Digital, Afgiansyah, menyoroti adanya kesalahan mendasar dalam cara masyarakat memandang media sosial. Banyak individu yang memperlakukan platform jejaring sosial seolah-olah sebagai buku harian pribadi yang bebas digunakan untuk menumpahkan segala kekesalan dan emosi sesaat. Padahal, dampak dari setiap unggahan digital tersebut bersifat publik dan memiliki jangkauan yang sangat luas. Afgiansyah juga menambahkan bahwa budaya komunikasi masyarakat Indonesia secara umum sebenarnya cenderung tidak langsung atau indirect. Namun, karakteristik media sosial sering kali mengikis budaya komunikasi tersebut, sehingga mendorong perilaku yang lebih frontal dan kurang terkontrol.

Mengapa literasi digital saja dianggap tidak cukup untuk mencegah masalah ini?

Farabi Ferdiansah mengingatkan bahwa pemahaman tentang teknologi tidak boleh hanya berhenti pada aspek operasional. Literasi digital tidak bisa direduksi sekadar pada kecakapan teknis atau digital skills serta aspek keamanan digital atau digital security saja. Upaya peningkatan literasi ini mutlak harus ditopang secara kuat oleh etika digital (digital ethics) dan budaya digital (digital culture). Tanpa adanya fondasi etika dan budaya yang kokoh, kecanggihan teknologi justru berpotensi disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan kemanusiaan dan merusak reputasi profesi.

Baca Juga

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris di Siak

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris di Siak

Langkah apa yang perlu segera diambil oleh institusi kesehatan dan asosiasi profesi?

Guna memutus rantai perilaku nirempati ini, Afgiansyah mendesak adanya langkah konkret dari pihak-pihak yang menaungi para pekerja medis. Asosiasi profesi beserta pihak manajemen rumah sakit dituntut untuk secara aktif memberikan edukasi dan literasi media yang memadai bagi seluruh tenaga kesehatan. Pelatihan ini penting agar para nakes memahami batasan-batasan etis yang harus dijaga, baik dalam kapasitas sebagai individu maupun sebagai representasi dari profesi medis yang mulia saat beraktivitas di ruang siber.

Ke mana masyarakat dapat mengadukan jika menemukan pelanggaran serupa di masa mendatang?

Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan saluran resmi untuk menangani keluhan terkait profesionalisme tenaga medis. Jika masyarakat menemukan atau mencurigai adanya pelanggaran kode etik maupun disiplin profesi oleh tenaga kesehatan di media sosial, mereka diimbau untuk segera menyampaikannya melalui mekanisme pengaduan resmi yang dikelola oleh Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Langkah pengaduan ini penting untuk menjaga standar pelayanan kesehatan nasional dan memastikan bahwa asas empati tetap dijunjung tinggi oleh setiap praktisi medis di Indonesia.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Media SosialKementerian KesehatanLiterasi DigitalTenaga KesehatanEtika Digital

Berita Terbaru Lainnya

Aceh Barat Usulkan Pembangunan Tiga Kampung Nelayan Merah Putih ke KKPPolisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris di SiakPotensi Penerimaan Pajak Indonesia yang Belum Tergarap Capai 6 Persen PDBPenyelundupan Harley-Davidson Bekas dari China di Tanjung Priok, Modus dan Aturan HukumSikap Mabes TNI Terkait Dugaan Penganiayaan Anggota Polri di PalmerahGempa Magnitudo 6,4 Mengguncang Pulau Karatung Sulawesi UtaraLangkah Mengamankan Diri Saat Bertemu Kenalan dari Media SosialLahan KAI Dilarang, Pemprov DKI Pindahkan Liga Aspal ke Lapangan Borobudur Menteng

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap