goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Langkah Mengamankan Diri Saat Bertemu Kenalan dari Media Sosial

Ding BalangDiterbitkan 5 Agu 2026 - 12.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Mengamankan Diri Saat Bertemu Kenalan dari Media Sosial
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya baru saja mengungkap kasus pembunuhan tragis disertai mutilasi yang dilakukan oleh Saepul (26) terhadap Kunaefi (51) di Kota Depok. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, terungkap fakta bahwa peristiwa mengerikan ini berawal dari hubungan pertemanan yang dijalin keduanya melalui media sosial. Setelah berkomunikasi secara daring, mereka kemudian sepakat untuk bertemu secara langsung di sebuah rumah kontrakan yang terletak di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026. Namun, pertemuan tatap muka yang pertama ini justru berujung pada perselisihan hebat yang memicu tindakan kriminal fatal.

Akibat cekcok yang terjadi di dalam rumah kontrakan tersebut, Saepul menyerang Kunaefi secara membabi buta. Pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan sebilah pisau hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, pelaku kemudian memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha. Jasad korban dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung, lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara itu, potongan kedua kaki korban dibuang secara terpisah ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas. Setelah membunuh korban, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban ke daerah Panimbang, Pandeglang, Banten, untuk dijual. Saepul akhirnya diringkus polisi di wilayah Pandeglang pada Rabu (5/8) pagi sekitar pukul 04.15 WIB saat berupaya melarikan diri, dan kini ditahan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Kasus mutilasi ini pertama kali terungkap setelah jasad korban yang tanpa kaki ditemukan di sebuah lahan kosong di Pancoran Mas pada Selasa (4/8). Penemuan ini diawali oleh kecurigaan seorang saksi bernama Herni yang melihat sebuah karung di lokasi tersebut sejak Jumat (24/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Karena mengira karung tersebut hanya berisi sampah biasa, Herni memberitahukan keberadaan karung itu kepada adiknya, Muhammad Rizkywan. Pada Selasa (4/8) sekitar pukul 15.30 WIB, Rizkywan berniat membakar karung yang diduga berisi sampah tersebut. Namun, saat karung mulai terbakar dan sebagian meleleh, ia terkejut melihat bagian tubuh manusia di dalamnya. Saksi segera melaporkan temuan mengerikan tersebut kepada petugas Bhabinkamtibmas setempat untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris di Siak

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris di Siak

Tragedi yang menimpa Kunaefi menjadi peringatan keras bagi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan tinggi saat berinteraksi dengan orang yang baru dikenal secara daring. Pertemuan fisik pertama kali dengan teman dari media sosial menyimpan potensi bahaya nyata jika tidak diantisipasi dengan langkah keselamatan yang tepat. Agar terhindar dari risiko tindak kriminalitas seperti kekerasan fisik, penipuan, hingga pencurian kendaraan, ada beberapa langkah antisipasi penting yang wajib Anda terapkan sebelum memutuskan untuk menemui kenalan dari dunia maya.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih lokasi pertemuan di tempat umum yang ramai dan terbuka. Jangan pernah menyetujui ajakan untuk bertemu di tempat sepi, terpencil, atau area privat seperti rumah kontrakan, kamar kos, maupun penginapan pada pertemuan awal. Belajar dari kasus Cipayung, pelaku dan korban memilih bertemu di sebuah kontrakan tertutup, yang akhirnya memberikan ruang bagi pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan tanpa diketahui oleh warga sekitar. Tempat umum yang ramai seperti pusat perbelanjaan atau kafe memberikan perlindungan alami karena adanya kerumunan orang dan pengawasan lingkungan.

Langkah kedua adalah selalu memberi tahu keluarga atau teman dekat mengenai rencana pertemuan Anda secara mendetail. Sebelum pergi, sampaikan informasi penting seperti nama atau akun media sosial orang yang akan Anda temui, lokasi spesifik pertemuan, serta perkiraan waktu Anda akan kembali ke rumah. Jika memungkinkan, aktifkan fitur bagikan lokasi terkini melalui aplikasi pesan instan kepada kerabat tepercaya selama pertemuan berlangsung. Hal ini sangat penting agar orang terdekat dapat memantau keberadaan Anda dan segera mengambil tindakan jika terjadi situasi darurat atau kehilangan kontak.

Baca Juga

Penyelundupan Harley-Davidson Bekas dari China di Tanjung Priok, Modus dan Aturan Hukum

Penyelundupan Harley-Davidson Bekas dari China di Tanjung Priok, Modus dan Aturan Hukum

Langkah ketiga adalah menggunakan moda transportasi mandiri dan menjaga ketat aset pribadi Anda sepanjang pertemuan. Hindari tawaran dijemput di rumah atau menyerahkan penguasaan kendaraan pribadi kepada orang yang baru dikenal. Dalam kasus di Depok, pelaku Saepul memanfaatkan kelengahan korban untuk membawa kabur sepeda motor milik korban hingga ke daerah Pandeglang, Banten, untuk dijual. Dengan membawa kendaraan sendiri atau menggunakan transportasi umum resmi, Anda memiliki kendali penuh untuk meninggalkan lokasi pertemuan kapan saja tanpa harus bergantung pada orang lain.

Langkah keempat adalah tetap bersikap waspada dan segera meninggalkan lokasi jika situasi mulai terasa tidak kondusif. Apabila terjadi perbedaan pendapat, ketegangan, atau cekcok mulut selama pertemuan berlangsung, jangan terpancing untuk meladeni provokasi tersebut secara emosional. Segera akhiri pertemuan dengan alasan yang sopan namun tegas, lalu bergeraklah menuju area yang lebih ramai atau pos keamanan terdekat. Menjaga jarak fisik dan menghindari perdebatan di ruang tertutup merupakan kunci utama untuk mencegah eskalasi konflik yang bisa berujung pada tindakan kekerasan fisik yang membahayakan keselamatan jiwa Anda.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

polda metro jayaDepokkriminalitasKeamanan Sosial

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris di SiakPotensi Penerimaan Pajak Indonesia yang Belum Tergarap Capai 6 Persen PDBPenyelundupan Harley-Davidson Bekas dari China di Tanjung Priok, Modus dan Aturan HukumLemahnya Literasi Media Sosial di Balik Sikap Nirempati Tenaga KesehatanSikap Mabes TNI Terkait Dugaan Penganiayaan Anggota Polri di PalmerahGempa Magnitudo 6,4 Mengguncang Pulau Karatung Sulawesi UtaraLahan KAI Dilarang, Pemprov DKI Pindahkan Liga Aspal ke Lapangan Borobudur MentengK-Halal Universe 2026 Jakarta Tarik Ratusan Ribu Pengunjung di Kota Kasablanka

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap