Media sosial belakangan ini diramaikan oleh penyebaran sebuah dokumen laporan survei yang mencantumkan nama lembaga riset terkemuka, Indikator Politik Indonesia. Dokumen tersebut memuat berbagai data terkait peta politik nasional, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah, hingga proyeksi elektabilitas tokoh menjelang pemilihan umum mendatang. Menanggapi peredaran berkas yang memicu banyak pertanyaan publik tersebut, pihak lembaga survei akhirnya memberikan penjelasan resmi demi menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat. Berikut adalah rangkuman tanya jawab untuk memperjelas status dari dokumen yang mengatasnamakan lembaga tersebut.
Apakah Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas pada bulan Juli 2026?
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak pernah merilis hasil survei apa pun pada periode Juli 2026. Direktur Indikator Politik Indonesia, Fauny Hidayat, menjelaskan bahwa dokumen yang mengatasnamakan lembaga mereka dan kini tersebar luas di berbagai platform media sosial bukanlah hasil publikasi resmi. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Fauny Hidayat saat dihubungi oleh media Tempo pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Penjelasan ini diberikan setelah dirinya menerima berbagai pertanyaan dari banyak pihak mengenai dokumen hasil survei yang mencakup hasil sigi elektabilitas hingga tingkat kepuasan publik atau approval rating tersebut.








