PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tengah mempersiapkan langkah besar dalam industri minyak dan gas dengan menargetkan pengeboran atau tajak sumur minyak dan gas bumi non konvensional (MNK). Pengeboran sumur migas non konvensional ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Desember 2026 dan berlokasi di Blok Rokan, Provinsi Riau. Rencana strategis ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya penting dalam menambah produksi minyak nasional secara keseluruhan. Persiapan untuk memulai fase penting ini terus dimatangkan oleh pihak perusahaan agar target waktu yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.
Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang fokus menyiapkan berbagai proses yang dibutuhkan. Persiapan tersebut mencakup aspek administrasi serta hal-hal teknis untuk memulai fase pengeboran sumur penilaian atau appraisal well. Persiapan teknis dan administratif yang matang sangat krusial mengingat pengembangan sumber daya migas non konvensional memiliki tingkat kerumitan yang berbeda dibandingkan dengan proyek migas konvensional pada umumnya. Pihak manajemen PHR memastikan bahwa seluruh tahapan awal ini dilakukan dengan perhitungan yang cermat sebelum pengeboran pertama benar-benar direalisasikan di lapangan.








