goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Upaya Menekan Harga Pangan, Mengapa Gubernur Sementara Bank Indonesia Menemui Presiden Prabowo?

Agus KusumaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 20.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Upaya Menekan Harga Pangan, Mengapa Gubernur Sementara Bank Indonesia Menemui Presiden Prabowo?
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bank Indonesia bersama pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian, khususnya dalam menghadapi tantangan yang berasal dari sektor pangan. Hingga pertengahan tahun 2026, harga bahan pangan masih menjadi salah satu sumber tekanan utama terhadap angka inflasi nasional. Untuk mengatasi kondisi tersebut, otoritas moneter dan pemerintah merencanakan langkah koordinasi tingkat tinggi. Langkah ini mencakup evaluasi kebijakan dan penyusunan strategi lanjutan yang akan melibatkan pimpinan negara secara langsung.

Apa rencana pertemuan antara Bank Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
?

Bank Indonesia bersama pemerintah berencana memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi pangan yang saat ini masih tinggi. Upaya strategis tersebut akan dibahas secara langsung dalam sebuah pertemuan antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tingkat tinggi ini telah dijadwalkan secara resmi untuk dilangsungkan pada tanggal 5 Agustus 2026. Gubernur sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam sebuah taklimat media pada 31 Juli 2026, menyatakan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah untuk membahas pencapaian serta merumuskan langkah-langkah lanjutan TPIP dan TPID dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Mengapa inflasi pangan menjadi perhatian utama Bank Indonesia saat ini?

Inflasi pangan saat ini masih menjadi sumber tekanan utama terhadap stabilitas harga secara keseluruhan, sehingga hal ini otomatis menjadi perhatian utama bagi Bank Indonesia. Berdasarkan data resmi yang tercatat hingga bulan Juni 2026, inflasi pada kelompok pangan bergejolak atau yang sering disebut sebagai volatile food telah menyentuh angka 5,58 persen. Tingkat inflasi pada kelompok pangan ini tercatat jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan batas sasaran inflasi nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan otoritas moneter. Oleh karena itu, angka inflasi pangan yang masih berada di atas level 5 persen ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat.

Baca Juga

Pertamina Perkuat Kapabilitas dan Budaya Menuju Bisnis Berkelanjutan

Pertamina Perkuat Kapabilitas dan Budaya Menuju Bisnis Berkelanjutan

Bagaimana perbandingan antara inflasi pangan dengan inflasi nasional secara keseluruhan?

Meskipun inflasi pada kelompok volatile food tercatat cukup tinggi dan berada di atas 5 persen, kondisi inflasi inti di Indonesia dinilai masih relatif aman. Pada posisi terakhir yang tercatat, angka inflasi total nasional berada di posisi 3,5 persen. Angka inflasi total sebesar 3,5 persen ini masih sangat sejalan dan berada di dalam rentang sasaran inflasi nasional, yaitu pada kisaran 3,5 persen dengan tingkat deviasi plus atau minus 1 persen (3,5% 卤1%). Namun demikian, Bank Indonesia menegaskan bahwa tingginya angka pada kelompok pangan tetap membutuhkan langkah penanganan khusus agar tidak memberikan dampak lanjutan.

Apa faktor utama yang memicu tingginya inflasi pangan menurut Bank Indonesia?

Gubernur sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan secara rinci bahwa tingginya inflasi pangan pada periode ini lebih banyak dipicu oleh adanya kendala dari sisi pasokan. Ketersediaan pasokan bahan pangan di lapangan tercatat memang masih terbatas. Sebaliknya, pemicu utama inflasi pangan ini bukanlah berasal dari lonjakan tingkat permintaan masyarakat. Kondisi kelangkaan atau keterbatasan pasokan di tingkat distributor inilah yang kemudian memberikan tekanan besar pada stabilitas harga pangan di pasar.

Baca Juga

Proyek PSEL Legok Nangka dan Kesiapan PLN Serap Listrik Ramah Lingkungan di Jawa Barat

Proyek PSEL Legok Nangka dan Kesiapan PLN Serap Listrik Ramah Lingkungan di Jawa Barat

Bagaimana respons kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menghadapi situasi ini?

Mengingat masalah utama inflasi pangan bersumber dari kendala pasokan dan bukan dari sisi permintaan konsumen, upaya pengendaliannya tidak dapat hanya mengandalkan instrumen moneter semata. Sebagai bagian dari kebijakan moneternya saat ini, Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen. Langkah untuk menahan BI-Rate di posisi 5,75 persen ini diambil sembari otoritas moneter terus mengupayakan solusi lain yang lebih berfokus pada penyelesaian masalah ketersediaan pasokan barang di lapangan.

Langkah nyata apa yang disiapkan untuk mengendalikan pasokan dan distribusi pangan?

Untuk mengatasi berbagai kendala pasokan tersebut, Bank Indonesia berkomitmen akan terus melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sinergi antara TPIP dan TPID ini bertujuan untuk memperkuat berbagai langkah pengendalian pasokan sekaligus memastikan kelancaran distribusi pangan. Salah satu instrumen utama yang digunakan dalam upaya ini adalah program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Melalui optimalisasi program GPIPS serta evaluasi menyeluruh yang akan dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto pada 5 Agustus 2026, pihak otoritas merasa optimistis dapat mengatasi tantangan keterbatasan pasokan pangan yang tengah terjadi.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoBank IndonesiaEkonomi IndonesiaDestry DamayantiInflasi PanganGPIPS

Berita Terbaru Lainnya

Penjelasan Mensesneg Terkait Rumor Reshuffle Kabinet Merah Putih Agustus 2026Pertamina Perkuat Kapabilitas dan Budaya Menuju Bisnis BerkelanjutanMemahami Standar Beras Fortifikasi Menyusul Temuan Produk Tidak Sesuai KetentuanProyek PSEL Legok Nangka dan Kesiapan PLN Serap Listrik Ramah Lingkungan di Jawa BaratMemahami Peran Nurman Herin dalam Kasus TPPU Febrie AdriansyahPotensi Migas Non Konvensional di Blok Rokan dan Rencana Pengeboran PertaminaPanduan Alur Penempatan Lulusan Diklat SPPI Kementerian Pertahanan 2026Panduan Spesifikasi dan Harga Mercedes-AMG GT 63 PRO serta GLC 200 4MATIC di Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap