Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan perhelatan akbar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Acara tahunan yang bergengsi ini diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Penyelenggaraan KKI 2026 kali ini merupakan bagian dari upaya nyata Bank Indonesia dalam memperkuat serta meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat naik kelas dan bersaing di kancah global. Guna menyukseskan tujuan besar tersebut, penyelenggaraan KKI tahun ini melibatkan sinergi yang erat antara Bank Indonesia dengan 27 kementerian dan lembaga terkait lainnya. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem UMKM nasional.
Dalam gelaran tahun ini, Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mengusung tema yang sangat bermakna, yaitu "Mesare Sare". Tema "Mesare Sare" ini memiliki arti berdaya bersama-sama, yang mencerminkan semangat kolaborasi untuk memajukan UMKM secara kolektif. Semangat ini terlihat jelas dari antusiasme para peserta yang berpartisipasi dalam pameran tersebut. Tercatat, acara ini diikuti oleh sebanyak 550 UMKM yang hadir secara luring di lokasi acara serta lebih dari 1.300 UMKM yang turut berpartisipasi secara daring. Berbagai produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dipamerkan dalam ajang ini, mulai dari produk fesyen, pangan, hingga komoditas kopi berkualitas tinggi.
Perkembangan Aturan Pajak Transaksi Emas dan Layanan Bank Bullion di Indonesia

Peran UMKM dalam perekonomian Indonesia memang sangat krusial dan tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini, terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sektor ini terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan menyerap hingga 97 persen dari total tenaga kerja yang ada. Tidak hanya itu, kontribusi nyata dari sektor UMKM juga sangat signifikan, di mana para pelaku usaha ini mampu menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional Indonesia. Dengan besarnya kontribusi tersebut, penguatan daya saing UMKM menjadi agenda penting yang harus terus didorong oleh berbagai pihak.
Penjabat Sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan pentingnya dukungan finansial bagi keberlangsungan para pelaku usaha tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Destry Damayanti mendorong pihak perbankan untuk terus meningkatkan penyalulan kredit kepada para pelaku UMKM. Akses pembiayaan yang lebih mudah dan luas dari sektor perbankan dinilai menjadi salah satu kunci penting agar UMKM dapat terus berkembang, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jangkauan pasar mereka baik di tingkat nasional maupun internasional.
Simpanan Emas Warga RI Capai 1.800 Ton, Ini Langkah Memindahkannya ke Sistem Keuangan

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bank Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM melalui sinergi yang kuat antara kantor perwakilan BI, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu, Bank Indonesia juga secara aktif memfasilitasi kegiatan business matching. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mempertemukan para pelaku UMKM secara langsung dengan calon pembeli (buyer), baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Melalui upaya-upaya strategis ini, diharapkan produk-produk kreatif hasil karya anak bangsa dapat semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar global secara berkelanjutan.






