goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan RALS dan Penyebab Turunnya Laba Ramayana

Agus KusumaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menganalisis Kinerja Keuangan RALS dan Penyebab Turunnya Laba Ramayana
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Mengevaluasi laporan keuangan perusahaan yang bergerak di sektor ritel seperti PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memerlukan ketelitian khusus dalam melihat pos-pos pendapatan, beban, dan aset. Pada laporan kinerja keuangan hingga semester I tahun 2026, emiten ritel ini mencatatkan penurunan laba tahun berjalan. Laba tersebut tercatat mengalami koreksi sebesar 11,05 persen menjadi Rp204,9 miliar, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni semester I-2025 yang mencapai Rp230,3 miliar. Bagi para pelaku pasar modal, memahami dinamika angka di balik penurunan laba ini merupakan hal yang sangat esensial. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab merosotnya laba Ramayana pada paruh pertama tahun 2026 berdasarkan data laporan keuangan perusahaan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
Langkah pertama dalam melakukan analisis adalah menelaah kinerja pendapatan secara keseluruhan dari operasi bisnis utama. Pendapatan RALS pada semester I tahun 2026 tercatat sebesar Rp1,31 triliun, yang berarti menyusut 12,65 persen dari Rp1,50 triliun pada semester I-2025. Anda dapat merinci penurunan ini dengan melihat dua penyumbang pendapatan terbesar. Pertama, pos penjualan barang beli putus mengalami penurunan sebesar 15,42 persen menjadi Rp928,9 miliar dari sebelumnya yang mencapai Rp1,1 triliun. Kedua, pos pendapatan dari komisi penjualan konsinyasi juga ikut melemah sebesar 5,13 persen menjadi Rp383,9 miliar, dibandingkan dengan Rp404,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penelusuran pada kedua pos ini memberikan gambaran awal mengenai sumber utama terkoreksinya pendapatan kotor perusahaan.

Langkah kedua adalah meninjau bagaimana manajemen berupaya mengendalikan beban operasional untuk mengimbangi penurunan angka pendapatan tersebut. Dalam laporan tersebut, Anda dapat melihat bahwa beban pokok penjualan barang beli putus berhasil ditekan secara signifikan sebesar 16,62 persen menjadi Rp590,1 miliar, dibandingkan Rp707,7 miliar pada semester I-2025. Dampak dari efisiensi ini membuat laba bruto perusahaan terkoreksi secara lebih terbatas, yakni hanya turun 9,12 persen menjadi Rp722,7 miliar dari sebelumnya Rp795,2 miliar. Selain itu, langkah efisiensi juga terlihat pada pos beban penjualan yang turun cukup dalam sebesar 29,64 persen menjadi Rp43,2 miliar dari Rp61,4 miliar. Beban umum dan administrasi pun turut terpangkas, meski hanya sebesar 3,52 persen menjadi Rp559,5 miliar dibandingkan Rp580,01 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga

Kawasan Industri Berpeluang Raih Pendapatan Tambahan Melalui Perdagangan Karbon

Kawasan Industri Berpeluang Raih Pendapatan Tambahan Melalui Perdagangan Karbon

Langkah ketiga adalah memeriksa pencapaian laba usaha serta pergerakan pada pos pendapatan dan beban lainnya. Laba usaha RALS pada periode ini tercatat sebesar Rp204,6 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 4,37 persen dibandingkan semester I-2025 yang mampu mencapai Rp213,9 miliar. Penurunan laba usaha ini dapat ditahan agar tidak jatuh lebih dalam berkat adanya lonjakan pada pos pendapatan lainnya. Pendapatan lainnya tercatat meningkat secara signifikan sebesar 37,29 persen menjadi Rp84,7 miliar dari Rp61,7 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, pos beban lainnya juga berhasil dipangkas secara drastis hingga 94,62 persen, dari yang sebelumnya mencapai Rp1,5 miliar menjadi hanya tersisa Rp85 juta.

Langkah keempat melibatkan penelaahan pada pos pendapatan keuangan, biaya keuangan, dan beban pajak yang ditanggung perusahaan. Pendapatan keuangan RALS tercatat mengalami penurunan sebesar 24,48 persen menjadi Rp50,5 miliar dari sebelumnya Rp66,9 miliar. Sementara itu, biaya keuangan perusahaan justru mengalami peningkatan sebesar 18,74 persen menjadi Rp16,7 miliar, dibandingkan Rp14,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kombinasi dari seluruh faktor tersebut membuat laba sebelum pajak penghasilan turun sebesar 10,64 persen menjadi Rp238,4 miliar dari Rp266,8 miliar pada semester I-2025. Untuk beban pajak penghasilan neto, angkanya tercatat turun sebesar 8,04 persen menjadi Rp33,5 miliar dari Rp36,4 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca Juga

Upaya Perum Bulog Mengamankan Penyerapan Tebu Petani Blora di Tengah Pemulihan PT GMM

Upaya Perum Bulog Mengamankan Penyerapan Tebu Petani Blora di Tengah Pemulihan PT GMM

Langkah kelima atau tahap terakhir adalah menganalisis pergerakan laba komprehensif serta perubahan pada nilai total aset perusahaan. RALS mencatatkan rugi komprehensif lain setelah pajak sebesar Rp20,3 miliar, sebuah kondisi yang berbalik dari posisi laba komprehensif sebesar Rp8,02 miliar pada semester I-2025. Perubahan ini secara langsung dipicu oleh kerugian dari perubahan nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual yang mencapai Rp26,1 miliar, berbanding terbalik dengan keuntungan sebesar Rp10,2 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, pos pajak penghasilan terkait juga berubah menjadi manfaat pajak sebesar Rp5,7 miliar, dari yang sebelumnya berupa beban pajak sebesar Rp2,2 miliar pada semester I-2025. Akibat kemunculan rugi komprehensif lain tersebut, total laba komprehensif tahun berjalan turun lebih dalam sebesar 22,60 persen menjadi Rp184,5 miliar, dibandingkan Rp238,3 miliar pada semester I-2025. Secara keseluruhan, total aset RALS hingga semester I tahun 2026 juga menyusut menjadi Rp4,5 triliun dari posisi Rp4,7 triliun pada akhir tahun 2025.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

laporan keuanganBursa Efek IndonesiaPT Ramayana Lestari Sentosa TbkRALS

Berita Terbaru Lainnya

Kawasan Industri Berpeluang Raih Pendapatan Tambahan Melalui Perdagangan KarbonTransformasi Digital UMKM, Perbandingan Metode Pembayaran Transfer Bank, E-Wallet, dan QRISKeuangan Ratusan Pemda Tersendat, Pemerintah Pastikan PPPK Aman dari PHKUpaya Perum Bulog Mengamankan Penyerapan Tebu Petani Blora di Tengah Pemulihan PT GMMKemenperin Ungkap Penurunan Pesanan B2B Jadi Penyebab PHK Pabrik Garmen di Jawa TengahPT Freeport Indonesia Kedepankan Etika Bisnis demi Wujudkan Produksi yang Aman dan BerkelanjutanKejaksaan Agung Titipkan Ferry Hongkiriwang ke LPSK Terkait Penyidikan Kasus TPPURincian dan Mekanisme Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kemhan Tahun 2026

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap