Pembangunan kawasan berbasis transit atau Transit-Oriented Development kini tengah marak dibangun di Jakarta. Konsep ini merupakan pembangunan kawasan yang menghubungkan transportasi publik dengan hunian, gedung kantor, pusat perbelanjaan, maupun area komersial dalam satu kawasan yang saling terintegrasi. Bagi masyarakat urban, investor, maupun pengembang, memahami cara memanfaatkan tren ini sangat penting. Perkembangan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan sebuah transformasi tata kota yang membawa efek besar bagi masa depan hunian dan komersial di ibu kota.
Menurut Anton Sitorus, Head of Research & Consulting di CBRE Indonesia, konsep ini telah berkembang menjadi kunci utama untuk menciptakan nilai tambah bagi sebuah kawasan sekaligus meningkatkan nilai properti. Transisi fungsi dari sekadar infrastruktur transportasi menjadi pencipta nilai properti ini sebenarnya sudah terjadi di banyak negara maju, seperti Singapura dan Hong Kong. Dengan maraknya proyek serupa di Jakarta, masyarakat kini memiliki panduan langkah demi langkah untuk memaksimalkan potensi dari integrasi transportasi dan properti ini.








