goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Gaya Hidup

Meneladani Filosofi Hidup Sederhana Maestro Seni Rupa Nasirun

Agus KusumaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 18.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Meneladani Filosofi Hidup Sederhana Maestro Seni Rupa Nasirun
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Dunia seni rupa Indonesia berduka atas berpulangnya maestro asal Cilacap, Jawa Tengah, Nasirun. Ia meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 05.58 WIB di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta pada usia 60 tahun. Selain meninggalkan warisan karya seni yang luar biasa, namanya telah dikenal di kancah seni rupa hingga lima benua melalui berbagai pameran di dalam maupun luar negeri, seperti di Singapura, Jepang, dan Prancis. Di balik reputasi internasional dan kesuksesannya sebagai seniman dengan nilai karya tinggi, Nasirun tetap mempertahankan gaya hidup yang sangat bersahaja. Bagi masyarakat modern yang sering terjebak dalam tekanan gaya hidup berlebihan, berikut adalah langkah-langkah meneladani filosofi kesederhanaan hidup dari sang maestro.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama adalah membatasi ketergantungan pada fasilitas mewah dan teknologi komunikasi. Nasirun membuktikan bahwa seseorang bisa hidup tenang tanpa harus terikat pada benda-benda modern yang sering kali mendistraksi. Meskipun ia memiliki aset yang bernilai miliaran rupiah serta memiliki kendaraan mewah, sang maestro diketahui tidak memiliki telepon seluler atau handphone. Lebih dari itu, ia juga tidak bisa mengemudi kendaraannya sendiri. Dengan membatasi penggunaan gawai dan keterikatan pada fasilitas berlebihan, kita dapat melatih diri untuk lebih fokus pada penciptaan karya serta interaksi di kehidupan nyata sehari-hari.

Langkah kedua adalah bekerja dan berkarya tanpa ambisi yang berlebihan. Dalam menjalankan aktivitas keseniannya, Nasirun tidak menjadikan popularitas atau kekayaan materi sebagai tujuan utama. Ia pernah menyatakan prinsip hidupnya secara langsung, "Saya dari berkesenian tak pernah ambisi untuk menjadi populer, ambisi menjadi kaya raya, apalagi ambisi untuk mengalahkan orang lain." Sikap ini dapat ditiru dengan cara menjalankan profesi atau hobi secara tulus. Melepaskan keinginan untuk sekadar bersaing mengalahkan orang lain atau mengejar harta semata akan membuat proses kerja menjadi jauh lebih bermakna.

Baca Juga

Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah oleh Tim Sembilan Kejaksaan Agung

Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah oleh Tim Sembilan Kejaksaan Agung

Langkah ketiga adalah menolak label sosial yang berpotensi memicu rasa tinggi hati, baik itu pujian maupun sebutan yang mengagungkan kekayaan. Nasirun secara tegas menolak ketika dirinya dilabeli sebagai sosok yang bersahaja maupun sebagai seorang miliuner. Terkait hal tersebut, ia berujar dengan rendah hati, "Bersahajanya saya tolak, miliunernya juga saya tolak." Ia juga tetap membumi meski mendapat julukan "Seniman Gorengan" yang melekat padanya. Julukan unik tersebut muncul setelah karya-karyanya laris terjual dalam waktu singkat pada sebuah pameran tahun 1997 di tempat almarhum Sandi Sulaiman. Saat itu, pameran baru dibuka pada jam 7 dan seluruh karyanya sudah terjual habis pada jam 3. Meneladani sikap ini berarti kita perlu melihat diri apa adanya tanpa terpengaruh oleh pujian.

Langkah keempat adalah membagikan hasil karya kepada masyarakat luas secara cuma-cuma. Sepanjang hidupnya, Nasirun tercatat mengoleksi sekaligus menghasilkan sebanyak 1.448 karya seni rupa. Alih-alih menyimpannya di ruang tertutup untuk kepentingan komersial semata, ia memilih untuk memajang karya-karya tersebut di rumahnya. Koleksi seni ini kemudian dapat dinikmati oleh para pengunjung secara gratis. Kita bisa meniru langkah kedermawanan ini dengan membagikan keahlian, ruang, atau hasil karya kita agar membawa manfaat bagi orang lain tanpa selalu mengharapkan imbalan finansial dari setiap hal yang kita buat.

Baca Juga

Ditjenpas Ungkap Fakta Kasus Video Viral Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu

Ditjenpas Ungkap Fakta Kasus Video Viral Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu

Melalui prinsip-prinsip tersebut, kita dapat melihat secara nyata bahwa pencapaian materi dan popularitas tidak harus mengubah nilai dasar kemanusiaan seseorang. Kepergian Nasirun pada usia 60 tahun meninggalkan pelajaran penting bahwa hidup sederhana adalah pilihan sadar untuk menjaga ketenangan batin. Dengan menerapkan langkah-langkah hidup bersahaja ala Nasirun, rutinitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih tenang. Kita pun bisa lebih berfokus pada esensi kehidupan yang sesungguhnya serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

NasirunSeni RupaInspirasi TokohGaya Hidup SederhanaMaestro Seni

Berita Terbaru Lainnya

Pergerakan IHSG dan Transaksi Bursa Saham pada Akhir Juli 2026Cara Mengikuti dan Memanfaatkan The Local Market untuk Mengembangkan Usaha Kreatif LokalStrategi Pemerintah Optimalkan Penerimaan Pajak Tanpa Kenaikan TarifPengalaman ASN Tinggal Setahun di Ibu Kota NusantaraCara Memahami Poin Kesepakatan Damai Gaza dan Respons InternasionalDaftar Mobil Baru di GIIAS 2026 Beserta Rincian HarganyaKunjungan Kerja Duta Besar Australia di Kupang dan Dinamika Kemitraan BilateralPenyebab dan Rencana Pembongkaran Pagar Pembatas di Mal Kota Kasablanka

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap