goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Peta Jalan Investasi Kelistrikan Indonesia USD 182 Miliar dan Peran Sektor Swasta

Marulitua PardedeDiterbitkan 1 Agu 2026 - 18.44 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peta Jalan Investasi Kelistrikan Indonesia USD 182 Miliar dan Peran Sektor Swasta
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia tengah menyusun peta jalan besar untuk sektor energi dengan menyiapkan proyeksi kebutuhan investasi kelistrikan yang mencapai angka USD 182 miliar. Langkah strategis ini dirancang secara khusus untuk mendukung proses transisi energi nasional menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan. Dari total keseluruhan nilai investasi yang dibutuhkan tersebut, porsi utama sebesar 73 persen secara resmi dibuka untuk dikerjakan oleh pihak pengembang swasta serta para produsen listrik independen atau yang kerap dikenal sebagai independent power producer (IPP). Informasi mendetail mengenai arah kebijakan investasi ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi. Penjelasan tersebut dikemukakan dalam rangkaian acara Indonesia Net Zero Summit 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Pembukaan ruang partisipasi investasi yang sangat besar bagi kalangan swasta ini sekaligus menjadi acuan penting untuk mengukur arah serta skala pembangunan infrastruktur energi di Tanah Air dalam sepuluh tahun ke depan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Sebagai pedoman utama pembangunan energi satu dekade mendatang, pemerintah telah menetapkan target di dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL 2025-2034. Dalam perencanaan tersebut, target penambahan kapasitas pembangkit listrik baru secara nasional ditetapkan mencapai angka 69,5 gigawatt (GW). Peningkatan kapasitas ini tergolong sangat masif dan signifikan karena jumlahnya tercatat hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan total kapasitas pembangkit tenaga listrik yang berhasil dibangun oleh Indonesia sepanjang 70 tahun terakhir. Sejalan dengan visi transisi energi hijau, sekitar tiga perempat dari total kapasitas baru kelistrikan tersebut diproyeksikan akan berasal dari pengembangan pembangkit energi terbarukan dan fasilitas sistem penyimpanan energi. Rincian rencana penambahan kapasitas energi terbarukan ini mencakup 17 GW untuk tenaga surya, hampir 12 GW untuk tenaga air, 7 GW untuk pembangkit tenaga angin, dan 5 GW untuk energi panas bumi, serta penambahan fasilitas lebih dari 10 GW yang berupa sistem baterai dan instalasi pump storage.

Baca Juga

Cara Mengikuti dan Memanfaatkan The Local Market untuk Mengembangkan Usaha Kreatif Lokal

Cara Mengikuti dan Memanfaatkan The Local Market untuk Mengembangkan Usaha Kreatif Lokal

Selain berpegang pada rencana dasar yang tercantum dalam RUPTL, terdapat pula arahan khusus dari Presiden Prabowo yang menginstruksikan adanya akselerasi pembangunan agar melampaui rencana awal yang telah ditetapkan. Instruksi dari Presiden Prabowo tersebut diwujudkan melalui target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total hingga 100 GW. Panel surya ini direncanakan akan dipasang secara masif untuk menjangkau sekitar 80.000 desa di seluruh Indonesia. Pemasangan instalasi panel surya berskala besar ini nantinya bakal dipadukan dengan sistem penyimpanan baterai yang pengelolaannya akan diserahkan secara langsung kepada koperasi-koperasi desa setempat. Program pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW ini dirancang secara khusus untuk menggantikan operasional sekitar 10 GW pembangkit listrik yang masih berbahan bakar diesel. Langkah substitusi dari energi fosil ke energi surya tersebut diperkirakan mampu memberikan dampak finansial yang positif, yakni menghemat devisa negara hingga mencapai sedikitnya USD 4 miliar dari pemotongan biaya pengadaan bahan bakar.

Pelaksanaan program transformasi kelistrikan berbasis energi terbarukan dalam skala raksasa ini tentu membawa kebutuhan teknis serta tantangan logistik ruang yang cukup besar di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan lahan untuk merealisasikan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW tersebut. Berdasarkan kalkulasi pemerintah, proyek kelistrikan surya ini diperkirakan membutuhkan area lahan seluas sekitar 200.000 hektare, sebuah luasan yang setara dengan 1,9 kali lipat luas wilayah ibu kota Jakarta. Di samping fokus pada pengembangan pembangkit skala besar, pemerataan hak atas akses listrik di berbagai wilayah pelosok Nusantara juga diakomodasi secara khusus melalui program listrik desa. Program pemerataan energi ini secara spesifik menargetkan penyediaan akses kelistrikan baru bagi 5.700 desa yang belum terjangkau secara optimal. Lebih jauh lagi, target pelaksanaan program listrik desa ini diproyeksikan dapat mencakup dan memenuhi kebutuhan energi harian bagi hampir 780.000 rumah tangga yang bermukim di daerah-daerah terpencil.

Baca Juga

Strategi Pemerintah Optimalkan Penerimaan Pajak Tanpa Kenaikan Tarif

Strategi Pemerintah Optimalkan Penerimaan Pajak Tanpa Kenaikan Tarif

Secara keseluruhan, pelaksanaan rencana kelistrikan jangka panjang untuk periode 10 tahun ini tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih, tetapi juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang sangat luas, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Melalui rentetan proyek infrastruktur ini, pemerintah memperkirakan bahwa rencana kelistrikan tersebut dapat menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan kerja baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kebutuhan sumber daya manusia sebanyak 1,7 juta lapangan kerja yang bakal terbuka tersebut mencakup beragam kualifikasi keahlian dan profesi teknis, mulai dari tenaga insinyur, teknisi ahli, pekerja konstruksi lapangan, hingga tenaga operator yang bertugas di fasilitas pembangkit. Lewat porsi partisipasi swasta yang mendominasi dan prioritas yang jelas pada pengembangan energi bersih, peta jalan kelistrikan ini diharapkan menjadi pedoman yang mengarahkan pembangunan energi nasional menuju kemandirian dan keberlanjutan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Energi TerbarukanPLTSInvestasi KelistrikanRUPTL 2025-2034Kemenko Perekonomian

Berita Terbaru Lainnya

Pergerakan IHSG dan Transaksi Bursa Saham pada Akhir Juli 2026Cara Mengikuti dan Memanfaatkan The Local Market untuk Mengembangkan Usaha Kreatif LokalStrategi Pemerintah Optimalkan Penerimaan Pajak Tanpa Kenaikan TarifPengalaman ASN Tinggal Setahun di Ibu Kota NusantaraCara Memahami Poin Kesepakatan Damai Gaza dan Respons InternasionalDaftar Mobil Baru di GIIAS 2026 Beserta Rincian HarganyaKunjungan Kerja Duta Besar Australia di Kupang dan Dinamika Kemitraan BilateralPenyebab dan Rencana Pembongkaran Pagar Pembatas di Mal Kota Kasablanka

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap