goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Nusantara

Sistem Selang Air Sendang Wonosari, Nadi Kehidupan Warga Kalidadap Bantul

Yohanes IpoiDiterbitkan 1 Agu 2026 - 18.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sistem Selang Air Sendang Wonosari, Nadi Kehidupan Warga Kalidadap Bantul
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kebutuhan akan akses air bersih merupakan hal mendasar bagi kehidupan setiap rumah tangga. Namun, bagi masyarakat yang bermukim di Dusun Kalidadap I dan Dusun Kalidadap II, wilayah Selopamioro, Imogiri, Kabupaten Bantul, perjuangan untuk mendapatkan air bersih memiliki keunikan tersendiri. Di kawasan perbukitan ini, jaringan distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum menjangkau permukiman warga. Sebagai solusi utama, warga sangat bergantung pada keberadaan sebuah sumber mata air alami yang dikenal dengan nama Sendang Wonosari. Untuk mengalirkan air dari mata air tersebut ke rumah masing-masing, bentangan puluhan selang plastik menjadi pemandangan sehari-hari yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Sistem distribusi air di kawasan Kalidadap ini mengandalkan hukum alam tanpa menggunakan bantuan mesin ataupun pompa modern. Sedikitnya terdapat sekitar 80 selang yang saling bersilangan menghubungkan sumber mata air Sendang Wonosari langsung ke rumah-rumah warga. Proses pengaliran air ini sepenuhnya memanfaatkan gaya gravitasi bumi. Agar air dapat mulai mengalir, warga cukup menyedot ujung selang menggunakan mulut hingga air terdorong masuk ke dalam pipa plastik tersebut. Setelah air melewati titik tertentu, gaya gravitasi akan mengambil alih pekerjaan untuk menarik air ke bawah menuju permukiman. Untuk memastikan kelancaran aliran, warga juga harus melepas setiap sambungan selang terlebih dahulu agar udara yang terperangkap di dalam selang bisa keluar dan air dapat melaju lebih cepat.

Pengambilan air dari Sendang Wonosari tidak dilakukan secara acak, melainkan diatur berdasarkan kebiasaan waktu tertentu agar kebutuhan domestik warga dan pengairan pertanian dapat berjalan beriringan. Rutinitas berkumpul di sekitar sumber air biasanya berlangsung setiap hari pada tiga waktu utama, yaitu pukul 06.00, pukul 08.00, dan pukul 14.00 WIB. Waktu-waktu tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh para warga sebelum sebagian besar debit air dari sendang dialihkan. Setelah jam-jam tersebut berlalu, aliran air akan diarahkan untuk mengairi lahan pertanian yang terletak di lereng bagian bawah.

Baca Juga

Kunjungan Kerja Duta Besar Australia di Kupang dan Dinamika Kemitraan Bilateral

Kunjungan Kerja Duta Besar Australia di Kupang dan Dinamika Kemitraan Bilateral

Jarak dari sumber mata air ke rumah warga yang bervariasi sangat menentukan seberapa panjang selang yang harus mereka siapkan. Salah satu warga Kalidadap I bernama Teguh (27) memiliki salah satu instalasi selang terpanjang di wilayah tersebut. Total panjang selang miliknya mencapai sekitar 600 meter, yang terdiri dari 12 gulung selang dengan ukuran masing-masing 50 meter per gulung. Sementara itu, warga lainnya yaitu Sagi (72), yang juga tinggal di Kalidadap I, memiliki enam gulung selang untuk memenuhi kebutuhan air keluarganya. Sagi mengungkapkan bahwa metode menyedot air menggunakan selang ini bukanlah hal yang baru baginya, melainkan sebuah rutinitas yang sudah ia praktikkan sejak tahun 1977.

Ketergantungan yang tinggi pada Sendang Wonosari ini terjadi di tengah jumlah populasi penduduk yang cukup banyak. Kepala Dusun Kalidadap II, Suroso (31), menjelaskan bahwa terdapat sekitar 330 Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya, dan jumlah yang hampir sama juga terdapat di Dusun Kalidadap I. Selain mengandalkan selang dari sendang, sebagian warga juga berupaya mencari alternatif dengan membuat sumur dangkal yang kedalamannya bervariasi antara 8 hingga 10 meter. Sebelumnya, warga Kalidadap II pernah memiliki fasilitas sumur bor. Sayangnya, karena jumlah pengguna yang terlalu banyak, pompa sumur bor tersebut rentan mengalami kerusakan. Seringnya perbaikan membuat dana pengelolaan akhirnya habis, sehingga fasilitas sumur bor itu kini tidak bisa dipakai lagi.

Baca Juga

Penggeledahan Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Penggeledahan Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Ketika musim kemarau ekstrem melanda, warga Kalidadap kerap menghadapi tantangan yang lebih berat. Dalam situasi krisis air seperti itu, warga tidak memiliki banyak pilihan selain membeli air bersih secara swadaya atau mengajukan permohonan bantuan droping air kepada pihak berwenang. Merespons kondisi menahun ini, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyatakan bahwa timnya sudah melakukan survei langsung ke lokasi Kalidadap. Pihak BPBD Bantul juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) untuk membahas alternatif solusi jangka panjang. Solusi yang dipertimbangkan meliputi pembangunan sumur bor baru maupun penerapan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KekeringanAir BersihBantulSendang WonosariImogiri

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Pemerintah Optimalkan Penerimaan Pajak Tanpa Kenaikan TarifPengalaman ASN Tinggal Setahun di Ibu Kota NusantaraCara Memahami Poin Kesepakatan Damai Gaza dan Respons InternasionalDaftar Mobil Baru di GIIAS 2026 Beserta Rincian HarganyaKunjungan Kerja Duta Besar Australia di Kupang dan Dinamika Kemitraan BilateralPenyebab dan Rencana Pembongkaran Pagar Pembatas di Mal Kota KasablankaMemahami Alur Pengusutan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie AdriansyahPola Silvofishery Tingkatkan Minat Petambak di Kutai Kartanegara untuk Rehabilitasi Mangrove

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap