Penerapan pola tambak ramah lingkungan, atau yang lebih dikenal dengan istilah silvofishery, di dalam program rehabilitasi mangrove mulai membuahkan hasil yang positif. Pendekatan baru ini dilaporkan telah berhasil meningkatkan minat para petambak yang berada di Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kehadiran pola silvofishery ini perlahan mulai meyakinkan masyarakat pesisir untuk kembali ikut serta dalam memulihkan ekosistem mangrove








