Peristiwa memprihatinkan terjadi pada Sabtu (8/8/2026) di Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan. Mobil dinas Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, harus melaju perlahan bahkan sempat terjebak saat melewati ruas jalan rusak parah di wilayah Desa Helau, Desa Baru Ranji. Kondisi jalan penghubung Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji yang dipenuhi batu serta lubang ini terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terdengar keluhan warga yang meminta agar pemerintah tidak sekadar memberikan janji.
Seorang warga yang merekam video tersebut menyatakan bahwa jalan itu terakhir kali mendapatkan sentuhan renovasi pada tahun 2007. Akibat kerusakan jalan, warga mengklaim sering terjadi kecelakaan hingga ada korban yang pingsan. Menanggapi situasi tersebut, Radityo Egi Pratama menyatakan bahwa perbaikan ruas jalan ini sebenarnya telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah pada 2026, dengan janji realisasi perbaikan pada akhir 2026. Egi mengaku sebelumnya tidak mengetahui tingkat keparahan jalan tersebut karena tidak pernah mendapat laporan dari lapangan. Ia pun langsung menegur camat setempat agar jika mengirim laporan harus menyertakan dokumentasi foto dan video.
Kejadian ini menegaskan pentingnya cara pelaporan yang tepat dari aparatur dan masyarakat. Mengingat Bupati Egi menyebutkan bahwa 30 persen jalan di Lampung Selatan rusak dan 70 persen rusak parah, serta keterbatasan anggaran daerah yang ia ibaratkan seperti mengelola uang dapur rumah tangga yang terbatas, warga dituntut untuk lebih cermat dalam menyampaikan kondisi jalan. Berdasarkan peristiwa ini, terdapat sejumlah langkah yang dapat diterapkan agar kondisi infrastruktur yang rusak dapat segera diketahui oleh pemerintah daerah.
Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Dedi Congor Tersangka Kasus Gratifikasi

Langkah pertama adalah melakukan dokumentasi visual secara detail dan akurat. Seperti teguran Bupati Lampung Selatan kepada camat setempat, laporan tanpa bukti sering kali tidak cukup menggambarkan tingkat keparahan di lapangan. Ambil foto dan rekam video yang memperlihatkan kondisi jalan secara nyata, seperti tumpukan batu dan lubang. Dokumentasi mengenai dampak langsung, misalnya jika ada masyarakat yang jatuh atau mengalami kecelakaan, juga sangat penting disertakan agar pemerintah mengerti situasi jalan yang sebenarnya.
Langkah kedua, pastikan laporan tersebut sampai kepada pihak yang berwenang di tingkat daerah, seperti camat. Dalam kasus ini, Bupati Egi menegur camat lantaran tidak mendapatkan laporan yang menggambarkan kondisi jalan secara konkret. Oleh karena itu, masyarakat perlu aktif memastikan bahwa aparat di tingkat desa dan kecamatan benar-benar meneruskan laporan kerusakan infrastruktur beserta bukti visualnya kepada pemerintah kabupaten.
Temuan Jaksa KPK, SK Menag Kuota Haji Tambahan 2024 Dibuat Tanggal Mundur

Langkah ketiga, manfaatkan media sosial untuk menyampaikan kondisi lapangan. Kasus terjebaknya mobil dinas Bupati Lampung Selatan ini mendapat perhatian setelah video amatir warga menjadi viral di media sosial. Mengunggah kondisi jalan rusak di media sosial dapat menjadi cara alternatif agar informasi tersebut lebih cepat menjangkau kepala daerah, terutama jika laporan dari lapangan belum tersampaikan dengan baik.
Langkah keempat, pantau terus realisasi perbaikan yang telah dijanjikan. Karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran dan harus membagi dana layaknya uang dapur yang terbatas, warga perlu memantau rencana perbaikan jalan di wilayah mereka. Untuk kasus di jalan penghubung Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji, warga yang selama bertahun-tahun menggunakan jalan rusak tersebut kini harus menunggu dan memantau realisasi perbaikan yang dijanjikan pemerintah pada akhir 2026.






