Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong peningkatan akses pembiayaan kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Target pembiayaan tersebut didorong untuk naik secara signifikan menjadi Rp2.000 triliun. Target baru ini menjadi peningkatan yang cukup besar dibandingkan dengan target pembiayaan UMKM pada tahun ini yang mencapai Rp1.500 triliun. Airlangga Hartarto menetapkan target baru sebesar Rp2.000 triliun ini secara langsung kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebagai langkah untuk terus memperluas akses permodalan.
Untuk mendukung perluasan tersebut, kondisi sektor keuangan nasional saat ini menunjukkan tren yang positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen menjadi Rp8.659 triliun. Di sisi lain, kredit UMKM juga kembali mengalami ekspansi sebesar 0,12 persen dengan dukungan dari POJK Nomor 19 Tahun 2025. Sebagai perbandingan dengan periode sebelumnya, kredit perbankan pada April 2025 tercatat tumbuh sebesar 8,88 persen di tengah situasi ketegangan perdagangan global. Adapun kekuatan modal di dalam negeri juga tercermin dari kelompok di capital market yang saat ini menguasai dana sebesar Rp7.500 triliun.
Meskipun akses pembiayaan terus ditingkatkan, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengingatkan bahwa pertumbuhan angka pembiayaan ke sektor UMKM ini harus diimbangi dengan langkah mengamankan pasar. Masalah terbesar yang dihadapi oleh pasar domestik saat ini adalah maraknya produk-produk impor yang membanjiri pasar dalam negeri. Maman Abdurrahman menyatakan bahwa jika pasar domestik tidak bisa disterilisasi dari produk impor tersebut, maka pelaku UMKM akan mati dengan sendirinya, tidak peduli seberapa besar top-up pembiayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka.
Cara Menghadapi Gejolak Pasar Saat Harapan Damai Hormuz Memudar

Sebagai bentuk dukungan regulasi lain bagi para pelaku usaha kecil, pemerintah juga menerapkan kebijakan penghapusan beban utang. Kebijakan hapus buku dan/atau hapus tagih kredit bagi pelaku UMKM kini dapat dilakukan tanpa adanya batas waktu tertentu. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu memulihkan kapasitas finansial para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sedang mengalami kesulitan tanpa terikat oleh batasan waktu penyelesaian yang ketat.
Di samping fokus pada pengembangan UMKM, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga terus memantau indikator makroekonomi lainnya. Airlangga menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 masih mampu mencapai level di atas 5 persen. Terkait kebijakan ekspor, ia mengungkapkan bahwa terdapat empat negara yang dikecualikan dari aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), yaitu Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Kanada, dan Australia. Sementara itu, mengenai pergantian Gubernur Bank Indonesia (BI), Airlangga menyerahkan wewenang tersebut sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Deltras FC Rekrut Pemain Tengah Senior Ichsan Pratama Demi Target Promosi

Pemerintah juga terus memperkuat hubungan bilateral, salah satunya melalui penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok dalam proyek pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura. Di sela-sela agenda kerjanya, Menko Airlangga Hartarto juga menghadiri acara budaya Grebeg Ageng Yaa Qawiyyu yang diselenggarakan di Jatinom, Klaten. Sementara itu, dari sektor keamanan, pemerintah tidak melupakan aspek kesiapsiagaan wilayah. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) menyatakan bahwa pemerintah saat ini tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi.






