Beredarnya isu mengenai kondisi kesehatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang dikabarkan sedang sakit dan akan mundur dari jabatannya telah mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas membantah isu tersebut. Klarifikasi ini diberikan untuk meluruskan desas-desus yang sempat beredar luas di tengah masyarakat mengenai posisi Menko PMK dalam kabinet.
Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa dirinya belum pernah mendengar kabar miring tersebut. Ia pun mempertanyakan dari mana asal isu tersebut berembus. "Kata siapa lagi? Saya belum dengar," ucap Prasetyo singkat saat dimintai keterangan oleh wartawan yang menemui dirinya di lingkungan istana.
Lebih lanjut, Prasetyo Hadi memastikan bahwa kondisi kesehatan Pratikno saat ini dalam keadaan baik. Ia menegaskan tidak ada informasi ataupun kabar yang menyatakan bahwa Menko PMK tersebut sedang mengalami sakit. "Sehat, yang saya tahu sehat. Enggak ada kabar bahwa beliau sedang sakit," jelas Mensesneg. Prasetyo juga menambahkan bahwa karena isu sakit tersebut tidak benar, maka kabar mengenai rencana pengunduran diri Pratikno dari kabinet pun dengan sendirinya gugur. "Sakit saja enggak, (kok) mengundurkan diri. Belum ada," sambungnya.
Daftar 15 Kepala Kejaksaan Tinggi Baru yang Dilantik Jaksa Agung

Klarifikasi mengenai kondisi Pratikno ini muncul di tengah bergulirnya isu lain terkait rencana perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Agustus 2026. Menanggapi isu reshuffle tersebut, Prasetyo Hadi sebelumnya juga telah memberikan penjelasan kepada awak media. Pernyataan tersebut disampaikannya saat berada di atas Kereta Nusantara Explorer dalam perjalanan dari Batang menuju Jakarta pada hari Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam kesempatan di perjalanan kereta tersebut, Prasetyo Hadi membuka kemungkinan bagi Presiden Prabowo untuk melantik pejabat negara baru guna mengisi beberapa posisi yang saat ini sedang lowong. Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa jabatan Wakil Menteri yang saat ini memang tidak ada pejabatnya. Salah satunya adalah posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Jabatan Wamentan tersebut kosong setelah Sudaryono ditunjuk dan diangkat oleh Presiden Prabowo untuk mengemban tugas baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Warga Teriak Saat Mobil Bupati Lampung Selatan Terjebak Jalan Rusak, Jangan Janji Saja

Selain posisi Wakil Menteri Pertanian, jabatan Wakil Menteri Imigrasi juga mengalami kekosongan. Posisi tersebut sebelumnya dijabat oleh Silmy Karim. Namun, Silmy Karim dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Imigrasi setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Koperasi (KPK). Kekosongan pada dua posisi wakil menteri ini memicu spekulasi mengenai pengisian jabatan baru yang akan dilakukan oleh kepala negara.
Meskipun mengakui adanya beberapa kekosongan jabatan wakil menteri yang perlu diisi, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini Presiden Prabowo belum membahas rencana perombakan kabinet secara menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa pembicaraan mengenai reshuffle belum dilakukan oleh pihak Istana. "Tapi terus terang kita belum, Bapak Presiden juga belum berdiskusi mengenai rencana adanya pergantian atau reshuffle itu," pungkas Prasetyo, menutup penjelasannya mengenai dinamika kabinet pemerintahan saat ini.






