Upaya menekan polusi udara di Jakarta kini bertumpu pada peralihan mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai bahwa solusi utama untuk mengurangi tingkat polusi di Ibu Kota adalah dengan memperbanyak warga yang beralih ke transportasi publik. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan luas mengenai kondisi langit Ibu Kota yang terlihat kelabu pada foto-foto yang diunggah oleh akun media sosial resmi Chelsea dan AC Milan saat berlaga di Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang berakhir dengan kemenangan Chelsea 3-0 atas lawannya. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam memperbaiki kualitas udara Jakarta, berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan.
Langkah pertama adalah memanfaatkan fasilitas pembebasan biaya yang disediakan oleh pemerintah. Saat ini, otoritas setempat telah membebaskan biaya perjalanan bagi 15 kelompok masyarakat spesifik. Warga yang memenuhi kriteria tersebut dapat segera mengurus akses bebas biaya agar bisa menaiki Transjakarta, MRT, dan LRT tanpa harus mengeluarkan anggaran perjalanan harian.
Langkah kedua ditujukan secara khusus bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. ASN kini diwajibkan untuk berangkat bekerja menggunakan kendaraan umum setiap hari Rabu. Kebijakan ini diterapkan untuk memangkas jumlah kendaraan pribadi secara signifikan pada pertengahan pekan kerja, sekaligus memberikan contoh nyata kepada publik mengenai pentingnya menggunakan angkutan massal.
Langkah Bea Cukai Menggagalkan Penyelundupan 8,96 Juta Rokok Ilegal via Kereta

Langkah ketiga adalah merencanakan rute perjalanan dengan transportasi publik secara optimal. Merujuk pada laporan BPS DKI Jakarta untuk periode Mei 2026, volume pengguna MRT, LRT, maupun Transjakarta secara tahunan telah bertambah, walau sempat turun jika dilihat dari perbandingan bulan ke bulan. Lonjakan pengguna paling besar dialami oleh layanan MRT yang mencapai 23 persen, diikuti oleh Transjakarta dengan pertumbuhan mendekati 15 persen, serta LRT yang bertambah sekitar 12 persen. Dengan terus meningkatnya jumlah pengguna, warga disarankan memanfaatkan rute-rute tersebut untuk perjalanan yang lebih efisien.
Langkah keempat adalah terus memantau informasi terkait pembukaan jalur baru serta rencana penyesuaian biaya perjalanan. Jalur LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Kelapa Gading dan Manggarai dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2026. Pramono Anung juga berencana melakukan evaluasi tarif LRT Jakarta setelah rute yang menuju kawasan Dukuh Atas resmi dibuka. Sementara itu, warga yang berdomisili di luar Jakarta perlu mengikuti perkembangan perluasan rute, mengingat Kementerian Perhubungan tengah menantikan studi lanjutan dari PT KAI dan PT Adhi Karya mengenai rencana penambahan jalur LRT Jabodebek hingga ke wilayah Bogor.
Peluncuran Program Motor Listrik Nasional (Molinas) pada 13 Agustus 2026

Langkah kelima adalah memahami adanya skema penanganan polusi lain yang berjalan beriringan. Meskipun peningkatan jumlah penumpang transportasi umum diklaim efektif, pemerintah daerah juga sedang merancang rekayasa cuaca agar hujan dapat segera turun di Jakarta dan daerah sekelilingnya. Hal ini diharapkan bisa membersihkan udara kotor yang sempat menjadi sorotan publik saat kedatangan pemain bintang seperti Joao Felix dan Cole Palmer. Di tingkat nasional, sinergi pencegahan juga terus dilakukan, mengingat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan telah menyatakan bahwa pemerintah menaikkan status waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi.






