goklik.id
BerandaEkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Bisnis

Tantangan dan Peluang Asuransi Kendaraan Listrik di Indonesia, Oona Insurance Ambil Peran Pionir

Joko PrabowoDiterbitkan 11 Agu 2026 - 16.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tantangan dan Peluang Asuransi Kendaraan Listrik di Indonesia, Oona Insurance Ambil Peran Pionir
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Perkembangan pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia saat ini menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin besar dari waktu ke waktu. Pertumbuhan ini memicu minat dari berbagai sektor industri, termasuk perusahaan asuransi yang mulai beramai-ramai masuk dan menawarkan proteksi untuk segmen kendaraan ramah lingkungan ini. Salah satu perusahaan asuransi yang turut mengambil bagian dalam tren ini adalah Oona Insurance Indonesia. Kehadiran asuransi di sektor ini menjadi krusial seiring dengan meningkatnya populasi kendaraan listrik di tanah air.

Dalam sebuah kesempatan penting, isu mengenai proteksi kendaraan listrik ini dibahas secara mendalam oleh President Director & Chief Executive Officer (CEO) Oona Insurance Indonesia, Vincent Soegianto. Beliau hadir dan berbicara dalam acara Multifinance CEO Gathering 2026 bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertemuan yang berlangsung di Parle Senayan pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 tersebut mengusung tema "Navigating Uncertainty: Menjaga Performa Bisnis Multifinance di Tengah Tantangan Ekonomi dan Perubahan Lanskap Risiko". Melalui forum ini, Vincent memaparkan berbagai dinamika dan tantangan nyata yang dihadapi industri asuransi dalam menanggung risiko kendaraan listrik.

Salah satu tantangan utama yang diungkapkan oleh Vincent Soegianto adalah terkait dengan tingkat risiko finansial. Vincent menjelaskan bahwa loss ratio atau rasio kerugian untuk kendaraan listrik saat ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak. Tingginya loss ratio ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak perusahaan asuransi saat ini masih merasa ragu-ragu untuk mengambil risiko dan menyediakan produk perlindungan bagi kendaraan listrik di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan profil risiko yang signifikan antara teknologi kendaraan baru dengan kendaraan konvensional.

Baca Juga

Sentimen Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia dan Tekanan Global Terhadap Rupiah serta IHSG

Sentimen Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia dan Tekanan Global Terhadap Rupiah serta IHSG

Selain masalah loss ratio yang tinggi, tantangan lain yang dihadapi oleh industri asuransi adalah keterbatasan data. Hingga saat ini, data historis mengenai penggunaan dan klaim kendaraan listrik masih relatif pendek. Keterbatasan data ini menyebabkan kondisi pasar belum sepenuhnya kondusif secara komersial bagi para pelaku industri asuransi. Akibatnya, perusahaan asuransi dituntut untuk ekstra hati-hati dalam menyusun strategi underwriting atau seleksi risiko, serta dalam menetapkan harga premi yang tepat dan adil agar tidak merugikan keberlangsungan bisnis mereka.

Keraguan dari pihak asuransi untuk menanggung risiko kendaraan listrik ini tentu saja dapat memberikan dampak domino yang signifikan terhadap sektor keuangan lainnya, khususnya perusahaan pembiayaan. Apabila perusahaan asuransi menolak atau enggan menanggung risiko dari kendaraan listrik, maka perusahaan pembiayaan atau multifinance akan menghadapi kesulitan besar. Mereka akan sulit mendapatkan perlindungan asuransi terhadap aset-aset kendaraan listrik yang mereka biayai. Hal ini berpotensi menghambat penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga

Pemerintah Dorong Satgas Debottlenecking Urai Hambatan Investasi

Pemerintah Dorong Satgas Debottlenecking Urai Hambatan Investasi

Di tengah situasi yang penuh dengan kehati-hatian tersebut, Oona Insurance Indonesia memilih langkah yang berbeda dan berani. Perusahaan ini memosisikan dirinya sebagai early adopter sekaligus pionir dalam mengambil risiko kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai pionir, Oona Insurance Indonesia berupaya untuk membuka jalan bagi penyediaan proteksi kendaraan listrik meskipun dihadapkan pada keterbatasan data historis dan tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut dan menjaga pertumbuhan industri, Vincent Soegianto menekankan pentingnya sinergi di antara para pemangku kepentingan. Menurutnya, komunikasi yang intensif serta kolaborasi yang erat antar-pelaku industri menjadi kunci utama untuk menjaga pertumbuhan ekosistem otomotif, multifinance, dan asuransi secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang kuat, ketiga sektor ini diharapkan dapat saling mendukung demi menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang aman, terlindungi, dan terus berkembang di masa depan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Multifinance

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Hukum Yaqut Cholil Qoumas Menghadapi Dakwaan Korupsi Kuota Haji Rp 622 MiliarMurid Sekolah Rakyat Meriahkan Acara HUT ke-81 RI di KemensosSentimen Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia dan Tekanan Global Terhadap Rupiah serta IHSGLangkah Bea Cukai Menggagalkan Penyelundupan 8,96 Juta Rokok Ilegal via KeretaKepala Intelijen Militer Pasukan Libya Timur Tewas dalam Ledakan Bom Mobil di BenghaziPeluncuran Program Motor Listrik Nasional (Molinas) pada 13 Agustus 2026Pemerintah Dorong Satgas Debottlenecking Urai Hambatan InvestasiPramono Anung Klaim Kenaikan Penumpang Transportasi Umum Efektif Kurangi Polusi

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

Nasional

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

11 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

Nasional

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

8 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka KeluargaNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap