goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Skema Pembiayaan Bensin Bioetanol, Upaya Pemerintah Menjaga Harga dan Petani

Marulitua PardedeDiterbitkan 4 Agu 2026 - 23.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Skema Pembiayaan Bensin Bioetanol, Upaya Pemerintah Menjaga Harga dan Petani
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Bagaimana kesiapan Indonesia dalam menghadapi rencana kewajiban penggunaan bensin campur bioetanol, dan apa dampaknya bagi harga bahan bakar serta keberlangsungan para petani lokal? Pertanyaan ini menjadi krusial mengingat bioetanol secara umum memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan bensin konvensional. Jika tidak diantisipasi dengan baik, perbedaan harga ini berpotensi membebani masyarakat atau merugikan para produsen di dalam negeri. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang skema pembiayaan khusus yang diharapkan dapat menjembatani selisih harga ini tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah Indonesia telah menyusun peta jalan yang jelas untuk mengurangi ketergantungan yang tinggi terhadap impor bensin. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menerapkan mandatori campuran bioetanol pada bahan bakar minyak. Kebijakan ini direncanakan akan dimulai dengan kewajiban campuran bioetanol sebesar 10 persen atau E10 pada tahun 2027. Setelah tahap awal tersebut berjalan, pemerintah menargetkan peningkatan kadar campuran secara bertahap hingga mencapai E20 pada periode tahun 2028 sampai 2029. Melalui program ini, Indonesia diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional secara mandiri.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Namun, kendala utama dari implementasi bioetanol adalah tingginya biaya produksi yang membuat harga jualnya di atas bensin konvensional. Di sinilah peran penting dari kerangka kerja pembiayaan yang sedang disiapkan oleh Kementerian ESDM. Skema ini dirancang khusus untuk mengatasi disparitas harga pasar, terutama ketika harga minyak mentah dunia sedang turun di bawah biaya produksi bioetanol. Dengan adanya jembatan pembiayaan ini, produsen dan petani dalam negeri tetap dapat terlindungi dari fluktuasi pasar global yang tidak menentu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri ini. Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah akan mengembangkan mekanisme pembiayaan yang sehat yang menguntungkan industri, petani, dan negara. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan energi hijau tidak boleh hanya fokus pada aspek lingkungan semata, melainkan juga harus memberikan dampak ekonomi yang positif dan berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat dari hulu hingga hilir.

Baca Juga

Tren Penggunaan Paylater Perbankan di Indonesia

Tren Penggunaan Paylater Perbankan di Indonesia

Dalam merumuskan model pembiayaan ini, pemerintah kemungkinan akan mengadopsi inspirasi dari sistem yang sudah berjalan sukses sebelumnya. Model yang diusulkan ini diperkirakan mengacu pada kerangka kerja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Lembaga BPDPKS selama ini telah terbukti berhasil mengelola subsidi untuk program biodiesel di Indonesia. Dengan mengadopsi pola serupa, pemerintah berharap pengelolaan dana subsidi untuk bioetanol dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Selain menyiapkan skema subsidi harga, pemerintah juga akan menetapkan harga acuan untuk bahan baku utama pembuatan bioetanol. Bahan baku yang masuk dalam rencana penetapan harga acuan ini meliputi jagung, singkong, dan tebu. Langkah penetapan harga acuan ini sangat penting untuk memberikan kepastian usaha bagi para petani, sekaligus mencegah adanya spekulasi harga di tingkat pengumpul yang dapat mengganggu rantai pasok industri bioetanol nasional.

Meskipun demikian, penggunaan bahan pangan seperti jagung, singkong, dan tebu sebagai bahan baku bahan bakar kerap memicu kekhawatiran terkait ketahanan pangan nasional. Menanggapi isu ini, Ali Ahmudi Achyak, seorang pakar energi dari Universitas Indonesia, memberikan pandangannya mengenai potensi pemanfaatan bahan baku alternatif. Menurutnya, bahan baku alternatif seperti sorgum memiliki keunggulan tersendiri karena tidak bersaing langsung dengan rantai pasok pangan masyarakat. Selain itu, sorgum dinilai jauh lebih hemat biaya jika dibandingkan dengan tebu atau jagung, sehingga dapat menekan biaya produksi bioetanol secara keseluruhan.

Baca Juga

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Terkait Kasus Silmy Karim

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Terkait Kasus Silmy Karim

Ali Ahmudi Achyak juga mendesak pemerintah untuk tidak hanya fokus pada subsidi harga di hilir, melainkan juga harus memperkenalkan insentif dari sisi pasokan secara tepat sasaran. Insentif yang diusulkan oleh pakar dari Universitas Indonesia ini mencakup pemberian subsidi untuk bibit dan pupuk bagi para petani bahan baku bioetanol. Tidak kalah penting, ia juga menyarankan adanya penyediaan pendanaan riset khusus yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bahan baku bioetanol di tanah air.

Hingga saat ini, rancangan skema pembiayaan khusus ini masih terus dimatangkan oleh kementerian terkait. Keberhasilan program mandatori E10 pada tahun 2027 dan E20 pada tahun 2029 akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah mampu mengintegrasikan kebijakan harga acuan bahan baku, insentif bagi petani, serta skema subsidi yang adaptif terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia. Dengan persiapan yang matang, transisi menuju energi bersih ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak ekonomi di masyarakat.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian ESDMBioetanolBahlil Lahadaliabensinbpdpks

Berita Terbaru Lainnya

Tren Penggunaan Paylater Perbankan di IndonesiaRatusan Ribu Rekening Terkait Dugaan Penipuan Keuangan Diblokir OJKKPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Terkait Kasus Silmy KarimPemerintah Siapkan Insentif Baterai NMC untuk Dongkrak Pasar Mobil Listrik Berbasis NikelAlasan Donald Trump Mengkritik Keuntungan Chevron dan ExxonMobil Saat Harga Energi NaikPeluang Indonesia Menjadi Hub Kendaraan Listrik di Asean dan Proyeksi Pasar 2026KPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU PertaminaDugaan Pemotongan TPP ASN Kuansing oleh Suhardiman Amby dan Perkembangan Penyidikan KPK

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap