goklik.id
BerandaEkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Bisnis

Satu Abad Panas Bumi di Indonesia dan Dampaknya bagi Ekonomi Nasional

Joko PrabowoDiterbitkan 20 Agu 2026 - 17.24 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Satu Abad Panas Bumi di Indonesia dan Dampaknya bagi Ekonomi Nasional
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bagaimana kontribusi nyata dari sektor panas bumi terhadap perekonomian Indonesia setelah satu abad berjalan? Pertanyaan ini sering muncul di tengah upaya negara melakukan transisi energi bersih. Sebagai salah satu pemilik cadangan panas bumi terbesar di dunia鈥攖epatnya peringkat kedua global dengan total potensi mencapai 23.202,77 Megawatt (MW)鈥攑erjalanan panjang pemanfaatan energi bumi di Indonesia kini telah mencapai tonggak sejarah baru. Dampak ekonominya tidak hanya dirasakan dalam skala nasional melalui penyediaan listrik, tetapi juga menyentuh aspek investasi dan keberlanjutan industri energi domestik.

Salah satu bukti nyata dari sejarah panjang ini tercermin pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Garut, Jawa Barat. Infrastruktur ikonik yang tajak sumur pengeborannya dimulai sejak tahun 1926 ini menjadi simbol awal mula pengembangan energi geotermal di tanah air. Saat ini, PLTP Kamojang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Pengelolaan aset panas bumi yang sudah berusia matang ini membuktikan bahwa uap panas bumi dapat terus mengalir dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal maupun nasional selama lebih dari empat dekade.

Secara umum, dampak ekonomi dari operasional panas bumi seperti yang dilakukan di PLTP Kamojang dapat dilihat dari beberapa sisi. Pertama, stabilitas pasokan energi. Berbeda dengan sumber energi lain, panas bumi mampu beroperasi selama 24 jam penuh sehingga sangat bisa bersaing dengan bahan bakar fosil seperti batu bara atau diesel. Stabilitas ini sangat krusial untuk memberikan jaminan keamanan energi sekaligus pasokan daya tanpa interupsi yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di sekitar lokasi pembangkit.

Baca Juga

Kerja Sama Strategis Singapura dan India dalam Sektor Semikonduktor, Pangan, dan Teknologi

Kerja Sama Strategis Singapura dan India dalam Sektor Semikonduktor, Pangan, dan Teknologi

Kedua, aktivitas pengelolaan panas bumi oleh perusahaan seperti PGEO berkontribusi langsung pada penerimaan negara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor panas bumi saat ini telah mencapai Rp2,45 triliun, dengan target peningkatan menjadi Rp2,6 triliun pada tahun 2026 seiring bertambahnya aktivitas pengeboran. Selain itu, proyek panas bumi menciptakan efek berganda bagi masyarakat sekitar, mulai dari pembukaan lapangan kerja baru hingga pengembangan program pemberdayaan komunitas yang terbukti mampu mandiri secara ekonomi, seperti yang membuahkan penghargaan Proper Emas 15 kali berturut-turut bagi PGEO.

Dari sisi investasi dan pengembangan masa depan, sektor ini menunjukkan proyeksi yang menjanjikan meski baru dimanfaatkan sekitar 11,6 persen atau setara 2.776,39 MW dari total potensinya. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan investasi panas bumi dapat meningkat hingga mencapai US$2,2 miliar atau sekitar Rp39 triliun melalui sejumlah lelang wilayah kerja baru. Pemerintah juga telah menyiapkan katalis regulasi melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2017 guna mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan serta meningkatkan tingkat pengembalian investasi.

Baca Juga

Mengenal Upaya Preservasi Jalan Tol Jasa Marga untuk Keamanan Berkendara

Mengenal Upaya Preservasi Jalan Tol Jasa Marga untuk Keamanan Berkendara

Perjalanan satu abad panas bumi di Indonesia membuktikan bahwa sumber daya ini bukan sekadar alternatif, melainkan pilar strategis bagi bauran energi masa depan. Dengan pengelolaan yang terarah pada aset-aset bersejarah seperti PLTP Kamojang, serta rencana penambahan kapasitas terpasang hingga 5,2 Gigawatt (GW) sesuai RUPTL 2025-2034, Indonesia berpeluang besar memperkuat kemandirian energi. Hal ini sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat di tengah upaya berkelanjutan untuk menghadirkan sumber energi yang lebih bersih.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Tembus Level 6.500, Faktor Pendorong dan Prospek Pergerakan PasarBPBD Lebak Evakuasi Buaya Muara di Pantai Pasir Putih CiharaKerja Sama Strategis Singapura dan India dalam Sektor Semikonduktor, Pangan, dan TeknologiMengenal Upaya Preservasi Jalan Tol Jasa Marga untuk Keamanan BerkendaraStudi ITB, Sektor Transportasi Menjadi Penyumbang Terbesar Polusi Udara JakartaStrategi Pemerintah Mempercepat Kebijakan Prioritas demi Pertumbuhan EkonomiDampak Kabut Asap Karhutla Kalimantan Terhadap Kualitas Udara di SarawakJakarta Bidik Operasional 10.000 Bus Elektrik pada 2030

Paling Banyak Dibaca

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

Nasional

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

11 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

Nasional

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

8 Agu 2026

Alasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy

Nasional

Alasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy

8 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka KeluargaNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  5. 5Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan DibatalkanNasional 路 8 Agu 2026
goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap