goklik.id
BerandaEkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Lingkungan

Studi ITB, Sektor Transportasi Menjadi Penyumbang Terbesar Polusi Udara Jakarta

Agus KusumaDiterbitkan 20 Agu 2026 - 16.59 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Studi ITB, Sektor Transportasi Menjadi Penyumbang Terbesar Polusi Udara Jakarta
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kondisi udara di DKI Jakarta kerap menjadi perhatian masyarakat karena dampaknya terhadap kenyamanan hidup sehari-hari. Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, penting bagi publik dan pembuat kebijakan untuk memahami dari mana sumber pencemaran tersebut berasal. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah terbaru yang dirilis, terdapat data konkret mengenai kontributor utama emisi di ibu kota. Hasil penelitian ini dapat menjadi panduan dalam menentukan langkah taktis guna memperbaiki kualitas udara secara bertahap.

Merujuk pada laporan ilmiah yang ada, Studi ITB: Polusi Udara Jakarta Terbanyak Disumbang dari Transportasi mengonfirmasi bahwa mayoritas pencemaran di ibu kota berasal dari mobilitas kendaraan. Penelitian dengan tajuk Source Apportionment PM2.5 di Jakarta ini dilaksanakan oleh tim peneliti Kelompok Keahlian Pengelolaan Udara dan Limbah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Prof. Ir. Puji Lestari, Ph.D., selaku pemimpin penelitian yang didukung oleh Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih, menjelaskan bahwa penyumbang emisi tertinggi setelah transportasi adalah sektor industri, pembakaran sampah, dan aktivitas konstruksi.

Baca Juga

Strategi Pemerintah Mempercepat Kebijakan Prioritas demi Pertumbuhan Ekonomi

Strategi Pemerintah Mempercepat Kebijakan Prioritas demi Pertumbuhan Ekonomi

Untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat, masyarakat dan pemerintah perlu memahami komposisi penyumbang partikel halus atau PM2.5 terbesar di Jakarta. Berdasarkan pemaparan pada Kamis, 20 Agustus, penyumbang terbesar pertama adalah kendaraan bermesin diesel dengan porsi 32,4 persen, disusul kendaraan berbahan bakar bensin sebesar 26,9 persen, dan polutan jenis secondary sulfate sebesar 20,3 persen. Partikel secondary sulfate ini terbentuk di atmosfer dari gas pencemar seperti sulfur dioksida yang berasal dari industri, pembangkit listrik, transportasi, hingga pelabuhan. Ketiga sumber tersebut secara gabungan mendominasi pembentukan polusi hingga 79,6 persen. Tingginya paparan PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer ini sangat berbahaya karena dapat menembus saluran pernapasan dalam dan memicu asma, infeksi saluran pernapasan akut, kanker paru-paru, hingga kematian.

Selain bersumber dari aktivitas lokal, studi tersebut juga menemukan adanya pergerakan polutan lintas batas dari kawasan industri di daerah penyangga yang masuk menyelimuti ibu kota. Menghadapi fenomena ini, Puji merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasi krisis kualitas udara. Pemerintah disarankan segera memberlakukan standar bahan bakar yang lebih ketat, mempercepat transisi ke kendaraan rendah emisi berstandar Euro IV dan kendaraan listrik, serta mewajibkan penggunaan perangkat penyaring partikel diesel pada truk dan bus. Langkah lainnya mencakup peningkatan kepatuhan uji emisi, peremajaan armada, serta perluasan integrasi transportasi publik, mengingat Jakarta tidak bisa bekerja sendirian dalam menanggulangi persoalan ini.

Baca Juga

Langkah PNM dan Danantara Memperkuat Tata Kelola bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultra Mikro

Langkah PNM dan Danantara Memperkuat Tata Kelola bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultra Mikro

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menjelaskan bagaimana penanganan polusi udara memerlukan koordinasi lintas wilayah, terutama di kawasan aglomerasi. Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan transportasi umum dan transisi ke kendaraan listrik di dalam kota tidak akan sepenuhnya menuntaskan masalah apabila daerah penyangga masih mengizinkan industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap beroperasi menggunakan batu bara. Pramono mencontohkan keberadaan PLTU Suralaya di Banten sebagai salah satu sumber utama pencemaran regional. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat membantu menjembatani koordinasi agar kebijakan penanggulangan polusi dapat berjalan selaras dan efektif.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

JakartaTransportasiPolusi Udara

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Pemerintah Mempercepat Kebijakan Prioritas demi Pertumbuhan EkonomiDampak Kabut Asap Karhutla Kalimantan Terhadap Kualitas Udara di SarawakJakarta Bidik Operasional 10.000 Bus Elektrik pada 2030Gempa Flores, Evakuasi Lansia ke Posko Kesehatan dan Penanganan DaruratIde Tema Acara Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1448 H di Masjid, Sekolah, dan DesaAirlangga Tepis Tudingan AS soal Indonesia Bantu China Hindari Tarif Lewat TranshipmentMenyoroti Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Program Makan Bergizi GratisMomen Warga Kembali Panik Saat Flores Diguncang Gempa Susulan

Paling Banyak Dibaca

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

Nasional

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

11 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

Nasional

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

8 Agu 2026

Alasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy

Nasional

Alasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab Teddy

8 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka KeluargaNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  5. 5Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan DibatalkanNasional 路 8 Agu 2026
goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalPendidikanHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap