Wilayah Ruteng yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang oleh rentetan peristiwa gempa bumi yang terjadi secara beruntun. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat puluhan gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada hari Kamis pagi, tanggal 20 Agustus 2026. Data mengenai aktivitas kegempaan yang melanda kawasan Ruteng ini dibagikan secara berkala oleh BMKG melalui akun media sosial X resmi mereka, yang kemudian menjadi perhatian masyarakat luas, khususnya warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Aktivitas seismik yang terjadi di Ruteng, Kabupaten Manggarai ini sebenarnya tidak terjadi secara tiba-tiba pada pagi hari saja, melainkan merupakan kelanjutan dari rangkaian gempa yang sudah mulai terdeteksi sejak malam hari sebelumnya. BMKG mencatat bahwa rangkaian gempa bumi di wilayah Ruteng ini sudah berlangsung sejak hari Rabu malam, tanggal 19 Agustus. Dari seluruh rangkaian gempa bumi yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi tersebut, guncangan gempa yang paling besar tercatat mencapai kekuatan magnitudo 5,7. Hal ini menunjukkan tingkat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi di wilayah tersebut dalam kurun waktu yang berdekatan.
Memasuki hari Kamis pagi, 20 Agustus 2026, rentetan gempa bumi masih terus terjadi dan mengguncang wilayah Ruteng dan sekitarnya. Pada periode pagi hari tersebut, BMKG mencatat adanya guncangan gempa bumi dengan kekuatan yang cukup signifikan. Gempa terbesar yang terjadi khusus pada pagi hari Kamis tersebut tercatat memiliki kekuatan magnitudo 5,6. Peristiwa gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,6 ini terjadi tepat pada pukul 05.45 WIB, di mana guncangan tersebut mengejutkan warga yang berada di wilayah terdampak.
Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan bagi Satuan Pendidikan Terdampak Gempa di NTT

Berdasarkan hasil analisis parameter yang dikeluarkan oleh BMKG, titik koordinat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 tersebut terletak pada koordinat 8.30 Lintang Selatan (LS) dan 120.59 Bujur Timur (BT). Gempa bumi ini berpusat pada kedalaman yang cukup dangkal, yaitu 10 kilometer di bawah permukaan bumi. Tidak berselang lama setelah gempa pertama pada pagi hari itu, wilayah Ruteng kembali diguncang oleh gempa susulan. Hanya berjarak satu menit kemudian, tepatnya pada pukul 05.46 WIB, terjadi gempa bumi berikutnya yang memiliki kekuatan magnitudo 4,8.
Rangkaian gempa bumi yang terjadi secara beruntun ini menimbulkan getaran yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Getaran gempa bumi tersebut dilaporkan terasa cukup nyata di wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan skala intensitas gempa yang dirilis, getaran gempa bumi ini dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III-IV. Skala MMI III-IV ini menunjukkan tingkat kekuatan getaran yang dirasakan oleh warga di daerah Manggarai akibat rentetan gempa tersebut.
InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan catatan terbaru yang dirilis oleh BMKG, gempa bumi terkini yang terjadi di kawasan Ruteng tercatat pada pukul 06.07 WIB. Gempa bumi paling baru tersebut dilaporkan memiliki kekuatan magnitudo 3,2. Dengan adanya rentetan gempa yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi guna mengantisipasi perkembangan situasi lebih lanjut di wilayah Kabupaten Manggarai.






