Stasiun MRT Bundaran HI kini tengah bersiap untuk mengoptimalkan fungsinya tidak hanya sekadar sebagai tempat transit transportasi publik, melainkan juga sebagai ruang dinamis yang mendukung aktivitas masyarakat. Langkah ini diwujudkan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) yang sedang menyiapkan 24 area multifungsi di jalur pejalan kaki bawah tanah atau yang dikenal sebagai extended concourse Stasiun Bundaran HI. Upaya pengembangan kawasan bawah tanah ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang sekaligus memberikan kenyamanan serta fasilitas yang lebih memadai bagi para pengguna jasa transportasi modern di Jakarta.
Ruang multifungsi baru yang sedang disiapkan ini memiliki luas area mencapai sekitar 4.439 meter persegi. Dengan area yang cukup luas tersebut, PT MRT Jakarta memproyeksikan pemanfaatan ruang bawah tanah ini untuk berbagai sektor, mulai dari ritel, makanan dan minuman (F&B), gaya hidup, layanan, hingga kerja sama kemitraan dengan sejumlah mitra. Pengembangan ini diharapkan dapat mengubah suasana stasiun menjadi lebih hidup dan memberikan kemudahan bagi para komuter yang membutuhkan berbagai layanan saat bermobilitas.
Prospek Ekonomi Global 2026, Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Bertahan di Angka 3 Persen

Selain fungsi komersial, desain dari extended concourse ini sangat memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran arus pergerakan penumpang. Desain area ini dirancang secara khusus untuk memenuhi faktor keselamatan jika terjadi situasi darurat. Selain itu, perluasan area pejalan kaki bawah tanah ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dengan cara mencegah terjadinya penumpukan penumpang atau bottleneck di dalam stasiun, sehingga mobilitas masyarakat dapat tetap berjalan dengan lancar.
Terkait kapasitas dan sirkulasi penumpang, Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), Ferdiansyah Roestam, memberikan penjelasan lebih lanjut. Dalam acara workshop MRT Jakarta Fellowship Program 2026 yang diselenggarakan di Jakarta Pusat pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, ia mengungkapkan bahwa saat ini stasiun tersebut melayani sekitar 11.000 penumpang. Namun, jumlah tersebut diproyeksikan akan mengalami peningkatan lebih dari 6.000 orang. Oleh karena itu, area baru di extended concourse ini disiapkan untuk dapat menangani sirkulasi pergerakan penumpang hingga mencapai sekitar 17.000 orang.
Ketergantungan Impor Minyak Indonesia dan Strategi Mandatori Biodiesel B50

Mengenai strategi pemanfaatan area komersial ini, Department Head Commercial PT MRT Jakarta (Perseroda), Ricky Agung Kresna Putra, menjelaskan arah pengembangannya. Ia menyatakan bahwa pada tahap awal, sisi komersial di kawasan bawah tanah ini akan lebih dahulu diarahkan pada sektor ritel. Tidak hanya terbatas pada ritel, area multifungsi ini juga membuka berbagai peluang bisnis lainnya bagi para mitra, seperti peluang untuk program co-branding, penempatan iklan atau advertising, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan aktivasi di area tersebut.






