Sebuah insiden darurat terjadi di Bandara Naha yang terletak di Prefektur Okinawa bagian selatan pada hari Selasa. Sebuah landasan pacu di bandara tersebut terpaksa ditutup selama berjam-jam setelah sebuah jet tempur milik Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) mengalami masalah pasca-pendaratan. Jet tempur tersebut mendadak lumpuh dan tidak dapat bergerak di atas landasan pacu, sehingga mengganggu aktivitas penerbangan di bandara tersebut.
Pesawat yang terlibat dalam peristiwa ini diidentifikasi sebagai jet tempur F-15 milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF). Jet tempur F-15 ini diketahui bermarkas di Pangkalan Udara Naha yang lokasinya bersebelahan dengan Bandara Naha. Perlu diketahui bahwa landasan pacu di Bandara Naha selama ini memang digunakan secara bersama-sama dan berdampingan oleh pesawat-pesawat sipil komersial serta armada militer milik SDF. Oleh karena itu, gangguan pada operasional jet tempur ini langsung berdampak pada aktivitas penerbangan sipil di bandara tersebut.
Langkah Kota Padang Menuju Nominasi Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027

Sebelum insiden kelumpuhan di atas aspal terjadi, jet tempur F-15 tersebut dilaporkan baru saja kembali dari menjalankan sebuah misi pencegatan cepat (scramble). Namun, saat melakukan proses pendaratan, jet tempur tersebut mengalami masalah teknis yang cukup fatal. Roda pendaratan utama di sebelah kiri pesawat patah, yang menyebabkan posisi badan jet tempur F-15 tersebut miring ke sisi kiri. Sesaat setelah pesawat menyentuh tanah, pihak ASDF segera menghubungi kantor Bandara Naha untuk memperingatkan adanya masalah teknis yang terjadi selama proses pendaratan tersebut. Beruntung, Kementerian Transportasi memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden yang melibatkan jet tempur ini.
Akibat dari insiden lumpuhnya jet tempur F-15 tersebut, Landasan Pacu B yang menjadi tempat mendaratnya pesawat harus ditutup secara darurat. Penutupan Landasan Pacu B ini dimulai sekitar pukul 12.55 waktu setempat. Selama proses evakuasi pesawat dan penutupan landasan berlangsung, seluruh aktivitas pesawat penumpang dialihkan untuk menggunakan Landasan Pacu A. Meskipun demikian, situasi darurat ini tetap memicu terjadinya rentetan penundaan pada jadwal kedatangan maupun jadwal keberangkatan pesawat di Bandara Naha. Secara keseluruhan, penutupan darurat pada landasan pacu ini berlangsung selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya operasi penerbangan di bandara dapat dilanjutkan kembali.
Hadir Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo Raih Rekor MURI

Proses evakuasi jet tempur F-15 dari landasan pacu membutuhkan upaya yang tidak mudah karena bobot pesawat tempur yang sangat berat. Petugas di lapangan harus menggunakan sebuah derek besar untuk mengangkat jet tempur yang lumpuh tersebut ke atas truk agar bisa disingkirkan dari area landasan pacu. Setelah jet tempur berhasil dipindahkan dan landasan pacu dinyatakan aman, operasional penerbangan di Bandara Naha akhirnya dapat kembali berjalan.






