goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Rencana Revitalisasi Rusun Klender Menjadi Lebih dari 10.000 Unit Hunian

Nyaring JalungDiterbitkan 7 Agu 2026 - 02.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Revitalisasi Rusun Klender Menjadi Lebih dari 10.000 Unit Hunian
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan rencana besar untuk merevitalisasi Rumah Susun (Rusun) Klender guna menyediakan hunian yang jauh lebih layak bagi masyarakat. Proyek revitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas tampung kompleks hunian vertikal tersebut secara drastis, yakni dari jumlah saat ini yang berkisar di angka 1.280 unit menjadi lebih dari 10.000 unit hunian baru. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam penataan kawasan permukiman padat di Jakarta, mengingat usia bangunan rusun tertua ini sudah melewati masa pakai sekitar empat dekade sejak pertama kali dibangun.

Bagaimana sejarah awal pembangunan dan peresmian Rusun Klender?

Rusun Klender memiliki nilai historis yang cukup tinggi dalam sejarah penyediaan perumahan rakyat di Indonesia. Proses pembangunan kompleks hunian vertikal ini dilakukan secara bertahap, dimulai sejak tahun 1976 hingga selesai pada tahun 1979. Setelah selesai dibangun, masyarakat mulai menempati unit-unit yang ada di rusun ini pada tahun 1984. Kompleks hunian vertikal yang dirancang sebagai proyek percontohan nasional ini kemudian diresmikan secara langsung oleh Presiden Soeharto pada tahun 1985. Dengan sejarah panjang tersebut, Rusun Klender kini telah menjadi salah satu saksi bisu perkembangan tata kota Jakarta selama lebih dari empat puluh tahun.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Mengapa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan revitalisasi kawasan ini?

Baca Juga

AS Bantah Penurunan Cadangan Senjata Usai Lima Bulan Konflik dengan Iran

AS Bantah Penurunan Cadangan Senjata Usai Lima Bulan Konflik dengan Iran

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang bahwa revitalisasi Rusun Klender sangat diperlukan demi mewujudkan penyediaan hunian yang lebih layak bagi warga ibu kota. Seiring berjalannya waktu, kondisi fisik bangunan yang telah berusia puluhan tahun membutuhkan pembaruan menyeluruh agar tetap aman dan nyaman dihuni. Dengan melakukan revitalisasi, pemerintah tidak hanya memperbaiki kualitas bangunan yang sudah tua, tetapi juga melipatgandakan kapasitas unit hunian secara signifikan. Dari kapasitas awal yang hanya mampu menampung sekitar 1.280 unit, kawasan ini nantinya akan disulap menjadi area hunian modern berskala besar dengan kapasitas yang menembus angka 10.000 unit.

Konsep tata ruang seperti apa yang akan diterapkan dalam proyek ini?

Pengembangan kawasan Rusun Klender yang baru akan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) atau pembangunan yang berorientasi pada angkutan umum. Penerapan konsep TOD ini sangat dimungkinkan karena lokasi Rusun Klender berada di sekitar jaringan transportasi massal yang strategis. Melalui konsep ini, para penghuni nantinya akan mendapatkan kemudahan akses untuk bepergian menggunakan moda transportasi publik tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi. Integrasi antara kawasan hunian padat dengan jaringan transportasi massal diharapkan dapat menekan tingkat kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas warga di wilayah DKI Jakarta.

Fasilitas penunjang apa saja yang akan melengkapi kawasan Rusun Klender setelah direvitalisasi?

Baca Juga

Keluarga Penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang Hilang Diminta Segera Melapor

Keluarga Penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang Hilang Diminta Segera Melapor

Untuk mendukung kenyamanan para penghuni di kawasan hunian yang baru, proyek revitalisasi ini tidak hanya fokus pada pembangunan gedung apartemen atau unit hunian semata. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merancang pembangunan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap di dalam kawasan tersebut. Fasilitas-fasilitas baru yang akan dihadirkan meliputi penyediaan ruang terbuka hijau untuk interaksi sosial warga, area komersial untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal, serta sarana pendidikan bagi anak-anak penghuni. Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan layanan kesehatan yang memadai serta sarana olahraga guna mendukung gaya hidup sehat masyarakat setempat.

Kapan proyek revitalisasi ini akan dimulai dan bagaimana proses pelaksanaannya?

Mengenai waktu pelaksanaan proyek, pihak pemerintah memastikan bahwa seluruh proses revitalisasi Rusun Klender akan dilakukan secara bertahap. Metode penataan bertahap ini dipilih untuk meminimalisasi dampak sosial dan mempermudah pengelolaan transisi hunian bagi warga terdampak selama masa pembangunan berlangsung. Kendati demikian, jadwal pasti mengenai kapan dimulainya konstruksi fisik pertama proyek ini masih belum dipublikasikan secara mendetail. Salah seorang penghuni Rusun Klender menyatakan bahwa warga setempat memang sudah mengetahui adanya rencana revitalisasi tersebut, namun mereka mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai tanggal atau waktu dimulainya pelaksanaan proyek di lapangan. Informasi lebih lanjut mengenai linimasa pengerjaan fisik masih menunggu pengumuman resmi berikutnya dari pihak berwenang.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Transit Oriented DevelopmentPemprov DKI Jakartarusun klenderrevitalisasi rusun

Berita Terbaru Lainnya

Batas Maksimal 30 Persen Pendapatan Jadi Kunci Menjaga Cicilan Tetap AmanRencana Peluncuran Emas Digital Bank Jago dan Persetujuan RegulatorKasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo, Mengapa Eks Ketua Dewan Jadi Tersangka?AS Bantah Penurunan Cadangan Senjata Usai Lima Bulan Konflik dengan IranKeluarga Penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang Hilang Diminta Segera MelaporKomitmen Pemerintah Membenahi Investasi Riset dan Pengembangan di IndonesiaRamalan Shio Monyet dan Ayam Jumat 7 Agustus 2026, Keuangan dan Dinamika KerjaKetentuan dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap