Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan rencana besar untuk merevitalisasi Rumah Susun (Rusun) Klender guna menyediakan hunian yang jauh lebih layak bagi masyarakat. Proyek revitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas tampung kompleks hunian vertikal tersebut secara drastis, yakni dari jumlah saat ini yang berkisar di angka 1.280 unit menjadi lebih dari 10.000 unit hunian baru. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam penataan kawasan permukiman padat di Jakarta, mengingat usia bangunan rusun tertua ini sudah melewati masa pakai sekitar empat dekade sejak pertama kali dibangun.
Bagaimana sejarah awal pembangunan dan peresmian Rusun Klender?
Rusun Klender memiliki nilai historis yang cukup tinggi dalam sejarah penyediaan perumahan rakyat di Indonesia. Proses pembangunan kompleks hunian vertikal ini dilakukan secara bertahap, dimulai sejak tahun 1976 hingga selesai pada tahun 1979. Setelah selesai dibangun, masyarakat mulai menempati unit-unit yang ada di rusun ini pada tahun 1984. Kompleks hunian vertikal yang dirancang sebagai proyek percontohan nasional ini kemudian diresmikan secara langsung oleh Presiden Soeharto pada tahun 1985. Dengan sejarah panjang tersebut, Rusun Klender kini telah menjadi salah satu saksi bisu perkembangan tata kota Jakarta selama lebih dari empat puluh tahun.








