Pertemuan penting berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 6 Agustus. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kedatangan sekitar 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan ini menjadi momentum bagi para akademisi dan peneliti untuk memaparkan berbagai hasil kajian ilmiah yang ditujukan untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa kehadiran para peneliti tersebut bertujuan untuk menyajikan temuan-temuan konkret yang dapat diaplikasikan langsung dalam memecahkan persoalan bangsa.
Di hadapan ratusan peneliti tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang menyoroti kondisi riil sektor riset tanah air. Beliau secara terbuka mengakui bahwa investasi Indonesia di bidang riset dan pengembangan atau Research and Development (RnD) saat ini masih tergolong sedikit. Untuk itu, pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan demi mengejar ketertinggalan dan memperkuat fondasi ilmu pengetahuan nasional ke depan.








